Doa Terasa Tertunda, Ramadan untuk Menguatkan Iman

  • 24 Feb 2026 20:03 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Di tengah meningkatnya kegelisahan masyarakat akibat berbagai persoalan hidup, tidak sedikit umat Islam yang merasa doanya belum juga dikabulkan, meski telah rutin beribadah, terlebih di bulan suci Ramadan. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan tentang makna doa, kesabaran, serta cara mendekatkan diri kepada Allah SWT secara benar.

Dalam program Berkah Ramadan, Selasa, 24 Februari 2026, Ustaz H. Wahyudin, M.Pd.I. menjelaskan bahwa salah satu permasalahan utama umat saat ini adalah memandang doa semata-mata sebagai sarana meminta, bukan sebagai bentuk penghambaan dan kedekatan kepada Allah.

“Doa harus dibarengi dengan adab, keikhlasan, kesabaran, serta usaha nyata. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki cara berdoa dan memperkuat keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya,” ujarnya.

Menurutnya, tidak terkabulnya doa bukan berarti Allah tidak mendengar, melainkan bisa menjadi bentuk kasih sayang Allah yang menunda atau mengganti dengan kebaikan lain.

“Pemahaman yang lebih utuh tentang doa, tidak hanya sebagai permohonan, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan penguatan spiritual di tengah berbagai persoalan kehidupan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kehalalan rezeki, memperbanyak amal kebaikan, serta memanfaatkan waktu-waktu mustajab di bulan Ramadan agar doa menjadi lebih bermakna dan berdampak pada perubahan sikap serta perilaku. Sebab, di bulan Ramadan ini, menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus untuk mengambil hikmah tentang bagaimana menjadikan doa sebagai bagian dari proses perubahan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....