Jalan, Jogging, atau Gym? Pilihan Olahraga yang Tepat saat Berpuasa

  • 24 Feb 2026 11:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bulan Ramadan tidak berarti menghentikan aktivitas fisik; olahraga tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh meskipun sedang berpuasa. Dilansir dari artikel Exploring the Physiological Effects of Jogging During Ramadan Fasting pada situs journal.unesa.ac.id, jenis olahraga yang dianjurkan saat puasa adalah yang intensitasnya ringan hingga sedang agar tidak menguras energi secara berlebihan. Aktivitas seperti jalan kaki, jogging ringan, atau kegiatan fisik lain dapat membantu menjaga metabolisme tubuh tanpa mengganggu ibadah puasa.

Jalan kaki menjadi pilihan olahraga yang paling aman dan mudah dilakukan oleh hampir semua kalangan selama Ramadan. Aktivitas ini tidak memerlukan peralatan khusus dan dapat memberi manfaat pada sistem kardiovaskular seperti meningkatkan sirkulasi darah serta membantu pengendalian berat badan tanpa risiko kelelahan berlebihan. Jalan kaki ringan sekitar 20–30 menit sehari sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap aktif selama berpuasa.

Jogging ringan juga menjadi alternatif olahraga yang efektif menjaga kebugaran tubuh saat puasa, terutama bila dilakukan dengan intensitas yang moderat dan tidak terlalu lama. Sebuah penelitian dari Journal of Sport and Exercise Science menunjukkan bahwa jogging rutin sekitar 30 menit saat puasa dapat berdampak positif pada komposisi tubuh dan kapasitas aerobik, dengan peningkatan kebugaran tanpa mengganggu ibadah puasa.

Namun, jogging harus dilakukan dengan pertimbangan waktu dan intensitas yang tepat agar tidak memicu dehidrasi, terutama karena tubuh tidak memperoleh asupan cairan sepanjang siang hari. Banyak pakar menyarankan jogging dilakukan menjelang waktu berbuka atau setelah berbuka puasa sehingga tubuh dapat segera mendapatkan asupan cairan dan nutrisi.

Sementara itu, aktivitas di gym seperti angkat beban atau latihan kekuatan tetap dapat dilakukan saat Ramadan, namun dianjurkan setelah berbuka puasa. Tubuh yang sudah terhidrasi dan menerima energi dari makanan akan lebih siap melakukan kegiatan dengan intensitas lebih tinggi tanpa risiko pusing atau kelelahan berat. Beberapa ahli kebugaran menilai waktu setelah berbuka atau setelah salat Tarawih sebagai momen yang ideal bagi mereka yang ingin melakukan latihan kekuatan di gym.

Pakar kesehatan juga mengingatkan agar seluruh bentuk olahraga saat puasa dilakukan dengan durasi dan intensitas yang sesuai dengan kondisi tubuh, menghindari olahraga berat di siang hari dan memperhatikan sinyal tubuh seperti pusing atau kelelahan yang berlebihan. Hal ini penting untuk mencegah risiko dehidrasi, gangguan kardiovaskular, dan kelelahan yang tidak diinginkan.

Pilihan olahraga saat puasa, mulai dari jalan kaki, jogging ringan, hingga latihan gym ringan setelah berbuka, dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan asalkan disesuaikan dengan kemampuan tubuh dan waktu pelaksanaan yang tepat. Dengan mengatur intensitas, durasi, dan waktu olahraga yang bijak, tubuh tetap bugar tanpa mengurangi kualitas ibadah selama bulan Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....