Tarhib Ramadhan dengan Cinta dan Pengharapan

  • 23 Feb 2026 17:08 WIB
  •  Surabaya

RRI. CO. ID, Surabaya - Program Cahaya Ramadhan Pro 4 RRI Surabaya menghadirkan kajian bertema “Tarhib Ramadhan dengan Cinta dan Pengharapan” bersama Ridwan Abu Bakar, M.Ag., Ketua Divisi Kemasjidan Majlis Tabligh PWM Jawa Timur. Dalam siaran tersebut, ia menjelaskan bahwa umat Islam memiliki tradisi khusus dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Ridwan Abu Bakar menyebutkan ada tiga istilah yang biasa digunakan dalam menyambut Ramadhan, yakni Tarhib, Targhib, dan Marhaban ya Ramadhan. “Tarhib Ramadhan berarti menyambut Ramadhan dengan suka cita melalui berbagai aktivitas seperti megengan, pengajian, pawai, dan doa bersama. Sedangkan Targhib adalah merindukan kehadiran Ramadhan agar bisa beribadah secara maksimal. Sementara Marhaban Ramadhan berarti menyambut tamu istimewa dengan penuh kehormatan dan kegembiraan,” jelasnya.

Menurutnya, ada sejumlah alasan mengapa umat Islam menyambut Ramadhan dengan bahagia dan penuh harapan. Pertama, Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185, bahwa Ramadhan merupakan bulan petunjuk bagi manusia. “Ramadhan adalah bulan cahaya petunjuk, momentum memperbaiki hidup berdasarkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa ketika Ramadhan datang, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup (HR. Bukhari dan Muslim). “Ini adalah peluang emas untuk memperbanyak amal saleh dan meninggalkan dosa,” tambahnya.

Keistimewaan lainnya adalah hadirnya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Qadr ayat 3. “Satu malam bernilai lebih dari 83 tahun ibadah. Ini adalah puncak anugerah spiritual bagi umat Islam,” tegasnya.

Ridwan juga menekankan bahwa Ramadhan merupakan bulan pendidikan jiwa dan akhlak. Puasa melatih kesabaran, kejujuran, keikhlasan, empati sosial, serta pengendalian hawa nafsu. “Ramadhan adalah madrasah ruhani dan akhlak,” katanya.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa menyambut Ramadhan dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara seremonial dan spiritual. Secara seremonial melalui pengajian, doa bersama, pawai, dan berbagi makanan. Sedangkan secara spiritual dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu takhalli (mengosongkan diri dari sifat buruk), tahalli (menghias diri dengan sifat terpuji), dan tajalli (merasakan kedekatan mendalam dengan Allah). “Tajalli adalah saat hati dipenuhi cinta dan rindu kepada Allah,” ungkapnya.

Di akhir kajian, Ridwan Abu Bakar menyampaikan visi Ramadhan yang diharapkan setiap Muslim, yakni meraih ridha Allah, rahmat dan maghfirah-Nya, husnul khatimah, kedamaian di alam kubur, dijauhkan dari siksa neraka, hingga masuk surga tanpa hisab bersama keluarga dan para nabi. “Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum cinta dan pengharapan menuju kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....