Muhammadiyah Jatim Gelar Kajian Ramadan Bahas Ekoteologi
- 22 Feb 2026 07:36 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jember - Bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Jawa Timur, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur membahas Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan, dalam kajian Ramadan 1447 H, selama dua hari Sabtu-Minggu, 21-22 Februari 2026. Ketua PWM Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, saat memberikan sambutan, mengatakan, tema tersebut menegaskan peran manusia sebagai khalifah dalam menjaga kelestarian alam. Prof Suko, sapaan akrab Sukadiono, menyampaikan, konsep tersebut menekankan tanggung jawab manusia sebagai pemelihara bumi.
“Kita tahu tiga bulan ini kita selalu mendengar berita dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tentang kerusakan hutan. Artinya penghilangan atau penggundulan hutan yang nanti membawa dampak negatif,” ujarnya, Sabtu Februari 2026.
| Baca juga: Damar Tengger Tebar Berkah Ramadan |
Ia menegaskan, manusia sebagai khalifah memiliki tugas merawat dan menjaga keberlangsungan alam. Hal itu sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ar Rum ayat 41, tentang kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia.
“Seorang khalifah adalah merawat, menjaga, dan memastikan keberlangsungan alam di sekitar kita. Jangan sampai kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia terus terjadi,” katanya.
Menurutnya, peristiwa kerusakan hutan di sejumlah daerah harus menjadi pelajaran agar tidak merambah ke wilayah lain. Karena itu, mitigasi dan upaya pelestarian lingkungan menjadi sangat penting.
“Kalau alam sekitar kita terpelihara dan kita rawat, maka musibah yang tidak kita inginkan bisa dicegah,” ucapnya.
Dalam Kajian Ramadan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pimpinan Muhammadiyah. Di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Mandikdasmen Abdul Mu'ti, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta sejumlah narasumber lain yang akan membahas isu lingkungan, kebencanaan, dan pendidikan.
Suko berharap, Kajian Ramadan menjadi momentum penguatan teologi lingkungan serta kolaborasi Muhammadiyah dalam menjaga kelestarian alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....