Puasa Ramadhan Ajarkan Pengendalian Hawa Nafsu
- 21 Feb 2026 19:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Puasa Ramadhan kerap dipahami sebatas menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, pemahaman tersebut dinilai belum menyentuh esensi utama ibadah puasa, yakni mengendalikan hawa nafsu dan mensujudkannya sepenuhnya kepada Allah SWT.
Hal itu disampaikan Ustaz Nur Ashadi, S.Ag dalam program siaran Berkah Ramadhan yang disiarkan Pro 1 RRI Surabaya 99,2 FM, Sabtu, 21 Februari 2026. Dalam kajiannya, Ia menegaskan bahwa puasa merupakan sarana pendidikan spiritual untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.
“Esensi puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi bagaimana hawa nafsu kita tunduk kepada perintah Allah. Inilah makna mensujudkan hawa nafsu,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa pengendalian hawa nafsu, puasa berpotensi kehilangan nilai spiritualnya. Ia mengingatkan bahwa menjaga lisan, emosi, serta perilaku selama Ramadhan merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa. Puasa yang benar, lanjutnya, akan melahirkan sikap sabar, empati, dan kepedulian sosial.
“Jika setelah Ramadhan kita masih mudah marah, lalai dalam ibadah, dan abai terhadap sesama, maka puasa perlu kita evaluasi bersama,” katanya.
Ustaz Nur Ashadi juga menyoroti pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri. Ia menilai, Ramadhan seharusnya menjadi titik balik perubahan perilaku umat Islam, bukan sekadar rutinitas tahunan yang berakhir tanpa bekas dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....