Waspadai Dosa Jariyah Medsos dan Pahami Tingkatan Puasa

  • 20 Feb 2026 19:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ustadz H. Atiq Muhammad Romdlon M.Ag mengingatkan bahaya dosa jariyah melalui penggunaan media sosial. Peringatan ini disampaikan dalam program Berkah Ramadan di Pro 1 RRI Surabaya (19/2/2026).

Ustadz menekankan bahwa jari tangan sering menyebarkan fitnah atau informasi bohong secara tidak sadar. Tindakan ini berisiko menciptakan dosa yang terus mengalir meskipun pengirimnya sudah tiada.

Puasa seharusnya tidak hanya menahan rasa lapar dan dahaga di siang hari. Masyarakat didorong untuk meningkatkan kualitas puasa mereka ke tingkatan yang lebih tinggi.

"Tingkatan pertama adalah puasa awam yang hanya sekadar menahan haus serta lapar. Puasa jenis ini dianggap sia-sia karena tidak mendatangkan pahala di sisi Allah," ungkapnya.

Ia melanjutkan untuk tingkatan kedua adalah puasa khusus di mana seluruh anggota tubuh ikut menahan diri. Mata, telinga, serta lisan wajib dijaga dari segala perbuatan maksiat dan buruk.

"Tingkatan tertinggi atau khususul khusus melibatkan puasa hati dan pikiran dari keduniawian. Fokus utama pada level ini adalah senantiasa berzikir serta mengingat Sang Pencipta," ujarnya.

Menjaga kualitas puasa sangat penting agar ibadah sebulan penuh tidak berakhir sia-sia. Ustadz berharap umat Islam dapat mencapai derajat ketakwaan yang sempurna melalui Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....