Tidur usai Sahur Picu Gangguan Pencernaan dan Kesehatan
- 20 Feb 2026 10:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kebiasaan tidur usai sahur dapat mengganggu proses pencernaan, dan berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan. Pakar Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Dede Nasrullah mengatakan tubuh membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mencerna makanan.
Jika langsung tidur setelah sahur, proses tersebut bisa terganggu. Dia menjelaskan saat tidur, hampir seluruh fungsi tubuh melambat, kecuali otak, jantung, dan paru-paru.
Kondisi ini membuat makanan yang baru dikonsumsi tidak dapat dicerna secara optimal. "Akibatnya refluks asam lambung 'Gastroesophageal Reflux Disease' (GERD) cairan asam lambung mengalir kembali ke tenggorokan," ujar Dede pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dia mengungkapkan panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukkan refluks. Karena itu, Dede menyarankan umat Islam memberi jeda waktu setelah sahur minimal selama tiga jam, sebelum kembali beristirahat.
Tidur setelah sahur juga dapat menyebabkan penumpukan lemak, jika menu sahur didominasi karbohidrat dan lemak. Dampak lainnya adalah meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, tekanan darah cenderung naik.
"Bahaya lain adalah serangan jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya," kata Dede. Selain itu, posisi berbaring setelah makan bisa memicu gangguan pencernaan seperti sembelit.
"Posisi tiduran atau berbaring akan menghambat proses pengosongan lambung," ucap Dede. Jika hal ini terjadi akan memicu terjadinya sembelit kesulitan buang air besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....