Menko Pangan Tegaskan MBG Tetap Jalan saat Ramadan

  • 19 Feb 2026 12:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih tetap berjalan saat bulan Ramadan. Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas), saat di Surabaya, Kamis 19 Februari 2026.

Mekanismenya kata Zulhas, menu atau sajian yang diberikan dalam bentuk kering atau bukan makanan basah yang cepat basi. Zulhas mencontohkan, roti, buah, kurma, dan susu. Dimana makanan tersebut dapat dibawa pulang oleh siswa untuk bekal buka puasa.

"Bulan puasa, bagi yang berpuasa, dikasih makan kering, contohnya ada telor, direbus saja, kapan aja bisa dimakan. Roti, kurma, ada kacang, ada juga buah gak pakai kurma, ada susu, dalam bentuk kering, (bagi) yang puasa," ujarnya.

Sementara itu, bagi santri yang ada di pondok pesantren, Zulhas menegaskan jika mereka juga tetap mendapatkan MBG. Namun mereka tetap mendapatkan makanan siap santap, hanya waktu pemberiannya yang digeser saat mendekati jam berbuka puasa.

"Yang Ponpes, geser. Baisanya makan siang, dikasih pas buka, waktunya geser," katanya.

Sedangkan bagi kelompok 3B, yakni Busui (ibu menyusui), Bumil (ibu hamil) dan Balita non PAUD, diberikan seperti biasa bilamana mereka yang tidak berpuasa. "Ibu ibu hamil yang non muslim tetap tidak berubah (pemberiannya)," ujarnya.

Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menerapkan pemberian makanan kering untuk disajikan selama bulan Ramadan adalah Dapur MBG Nikmat Barokah Surabaya. Ada beberapa varian kombinasi untuk menu MBG selama puasa.

Pengelola dan Penanggung Jawab dari Dapur MBG Nikmat Barokah Yayuk Eko Agustin Wahyuni menjelaskan, adapun beragam menu yang diberikan berupa roti, buah, telor dan susu. Setiap hari kombinasinya berbeda beda.

"Ramadan menggunakan paket kering, pakai roti, telor, buah, kemudian pakai abon, pilihannya banyak," katanya.

Dapur MBG Nikmat Barokah menyuplai sekitar 4.000 porsi makanan untuk sekolah-sekolah di wilayah Kedung Baruk dan sekitarnya. SPPG ini memberdayakan 47 warga sekitar dan korban PHK, termasuk koki dan staf dapur, untuk menyiapkan makanan dengan standar higienis dan gizi tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....