Tim Falak UINSA Gagal Melihat Hilal 1 Ramadan
- 17 Feb 2026 18:46 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar rukyatul hilal, Selasa 17 Februari 2026. Tim rukyatul hilal gagal melihat bulan baru, sehingga diperkirakan 1 Ramadan pada Kamis 19 Februari 2026.
Ketua Prodi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. Siti Tatmainul Qulub, menjelaskan berdasarkan kriteria, hilal tidak terlihat. Karena masih di bawah ufuk di seluruh Indonesia.
"Jadi besok kemungkinan masih tanggal 30 dan lusa adalah tanggal 1. Tapi pastinya kita menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama nanti," ujarnya.
Dr. Siti yang juga Ketua Komunitas Perempuan Falak Indonesia (KPFI) ini menuturkan, ada sekitar 75 titik pemantauan hilal awal Ramadan tahun 1447 H. Data ini merupakan titik rukyatul hilal yang digelar oleh Nahdlatul Ulama se Indonesia.
"Dan banyak lagi mungkin dari lembaga atau dari ormas Islam, dari BMKG dan beberapa lembaga lain yang melaksanakan hilal untuk menentukan, apakah besok tanggal 30 ataukah sudah masuk tanggal 1," tuturnya.
Berdasarkan data hisab di seluruh Indonesia, jelas Dr. Siti, untuk hari ini hilal masih di bawah ufuk antara -3 derajat 12 menit yang ada di kota Jayapura. Sampai dengan maksimumnya -1 derajat 41 menit di Kota Banda Aceh.
"Berdasarkan data ketinggian hilal ini, pastinya masih di bawah kriteria yang dipakai oleh Kementerian Agama. Jadi perkiraan berdasarkan hasil hisab untuk ruqyah nanti kemungkinan hilal tidak bisa dilihat," ucapnya.
Tim Falak UIN Sunan Ampel, juga menggelar rukyatul hilal bersama sejumlah mahasiswa, serta masyarakat sekitar. Dengan fasilitas berbagai alat, pantauan hilal dimulai sejak pukul 15.00 WIB, di rooftop gedung Twin Tower.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....