Kisah Abadi Rivalitas Inggris-Argentina
- 13 Jul 2026 15:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Rivalitas Inggris dan Argentina kembali menjadi sorotan dunia setelah kedua tim dipastikan bertemu di babak semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Kamis, 16 Juli 2026 ini hari WIB ini, menjadi pertemuan pertama kedua negara di ajang Piala Dunia sejak fase grup tahun 2002.
Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena memperebutkan satu tiket menuju partai puncak, sekaligus melanjutkan sejarah panjang rivalitas yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.
Sejarah pertemuan kedua tim di Piala Dunia selalu diwarnai drama dan kontroversi. Dari lima pertemuan sebelumnya, Inggris unggul dengan tiga kemenangan, sementara Argentina meraih dua kemenangan.
Namun, setiap laga selalu menyisakan cerita yang tak terlupakan, mulai dari gol kontroversial hingga kartu merah yang mengubah jalannya pertandingan. Semifinal nanti menjadi pertemuan keenam mereka di panggung Piala Dunia.
Melansir Soccerway, momen paling legendaris terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko, ketika Diego Maradona mencetak dua gol yang dikenang sepanjang masa. Gol pertama yang dikenal sebagai "Hand of God" atau "Tangan Tuhan" terjadi ketika Maradona menggunakan tangan kirinya untuk memasukkan bola melewati kiper Inggris Peter Shilton.
Hanya beberapa menit kemudian, ia mencetak "Gol Abad Ini" dengan menggiring bola melewati enam pemain Inggris sebelum menceploskan ke gawang. Argentina pun menang 2-1 dan akhirnya menjadi juara dunia tahun itu.
Sebelum era Maradona, rivalitas ini telah dimulai sejak Piala Dunia 1966 di Inggris. Saat itu, tuan rumah mengalahkan Argentina 1-0 di perempat final melalui laga yang sangat kontroversial.
Kapten Argentina Antonio Rattin dikeluarkan dari lapangan setelah hanya 33 menit bermain, dan pertandingan ditunda hampir delapan menit karena ia menolak keluar.
Pertemuan pada 1998 di Prancis kembali menambah panjang daftar kontroversi. David Beckham mendapat kartu merah setelah menendang Diego Simeone, yang dianggapnya melakukan provokasi.
Argentina akhirnya menang melalui adu penalti setelah skor imbang 2-2. Empat tahun kemudian, Beckham mendapatkan momen penebusan ketika ia mencetak gol penalti kemenangan 1-0 atas Argentina di fase grup Piala Dunia 2002.
Dengan sejarah panjang, kualitas pemain bintang seperti Lionel Messi di pihak Argentina dan Harry Kane serta Jude Bellingham di pihak Inggris, laga ini dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinanti pada Piala Dunia 2026. Terlepas dari hasil akhirnya nanti, duel ini kembali menambah babak baru dalam rivalitas klasik yang telah menghiasi sejarah sepak bola dunia selama lebih dari setengah abad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....