Water Break Warnai Piala Dunia 2026

  • 07 Jul 2026 09:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah inovasi dalam penyelenggaraan turnamen. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerapan water break atau jeda hidrasi di setiap pertandingan.

Kebijakan tersebut diterapkan FIFA sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi fisik pemain selama menjalani pertandingan di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam keterangan resmi yang diunggah melalui laman Inside FIFA, Chief Tournament Officer FIFA, Manolo Zubiria, menjelaskan bahwa jeda hidrasi diberlakukan pada seluruh pertandingan tanpa bergantung pada kondisi cuaca. "Untuk setiap pertandingan, di mana pun dimainkan dan bagaimana pun suhunya, akan ada jeda hidrasi selama tiga menit di kedua babak," ujar Zubiria dalam keterangan resmi FIFA.

FIFA menjelaskan, penerapan water break dilakukan untuk memastikan seluruh tim memperoleh perlakuan yang sama selama kompetisi berlangsung. Jeda hidrasi dijadwalkan sekitar menit ke-22 babak pertama dan menit ke-67 babak kedua.

Waktu yang digunakan untuk jeda tersebut akan diperhitungkan sebagai tambahan waktu oleh wasit sehingga tidak mengurangi durasi efektif pertandingan.

Selain jeda hidrasi, FIFA juga menerapkan sejumlah langkah perlindungan pemain, di antaranya pemantauan kondisi cuaca, penyediaan area pendinginan (cooling measures) di stadion, serta penyesuaian prosedur operasional pertandingan apabila diperlukan. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen FIFA untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pemain maupun perangkat pertandingan selama turnamen berlangsung.

Penerapan water break di seluruh pertandingan menjadi salah satu pembaruan pada Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 negara dan mempertandingkan total 104 laga. Melalui kebijakan tersebut, FIFA berharap penyelenggaraan turnamen tetap berjalan kompetitif sekaligus memberikan perlindungan yang optimal bagi para pemain di tengah padatnya jadwal dan beragam kondisi iklim di negara tuan rumah.

Kebijakan ini juga menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia sepak bola terhadap aspek kesehatan atlet. Selain menjaga performa pemain di lapangan, penerapan jeda hidrasi diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola internasional pada masa mendatang, terutama ketika pertandingan berlangsung dalam kondisi cuaca yang menantang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....