Jangan Telat Ganti Oli, agar Mesin Mobilmu Awet

  • 09 Jun 2026 08:17 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Oli mesin sering disebut sebagai "darah" bagi kendaraan karena fungsinya yang sangat vital bagi kesehatan dan performa mesin. Tanpa oli yang bersih dan berfungsi optimal, komponen logam di dalam mesin akan bergesekan langsung dan menimbulkan keausan fatal.

Sayangnya, masih banyak pemilik mobil yang menunda penggantian oli dengan alasan jarak tempuh belum mencapai batas yang dianjurkan, padahal kondisi berkendara di perkotaan dengan kemacetan stop-and-go termasuk kategori berat yang membutuhkan penggantian oli lebih sering. Menunda ganti oli bukan hanya soal mesin terasa berat, tetapi juga bisa berujung pada kerusakan serius yang menelan biaya hingga puluhan juta rupiah.

Sebuah kasus nyata mencatat, seorang pemilik mobil terlambat mengganti oli hingga 10.000 kilometer dari jadwal seharusnya, yang berakhir dengan biaya overhaul mesin mencapai lebih dari Rp20 juta. Padahal, biaya ganti oli rutin hanya berkisar ratusan ribu rupiah, menjadikannya investasi kecil untuk keselamatan mesin jangka panjang.

Mengutip publikasi jurnal dari Acta Technica Corviniensis - Bulletin of Engineering, sebuah jurnal akademik teknik asal Rumania, keterlambatan penggantian oli menyebabkan oli teroksidasi, aditifnya habis, dan terbentuk endapan lumpur (sludge) yang menyumbat saluran pelumasan. Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa endapan lumpur dapat menyumbat saringan oli dan pickup screen, yang mengakibatkan kelaparan oli (oil starvation) pada komponen vital seperti bearing, crankshaft, hingga turbocharger.

Kondisi inilah yang pada akhirnya berujung pada kerusakan fatal seperti piston macet (seized engine) hingga connecting rod menembus blok mesin. Tanpa disadari, mobil yang sering digunakan di dalam kota dengan kondisi lalu lintas padat memiliki beban kerja mesin lebih berat dibanding mobil yang sering melaju di jalan tol.

Aktivitas stop and go dan kemacetan membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga kualitas oli menurun lebih cepat. Karena itu, para ahli menegaskan bahwa penggantian oli sebaiknya dilakukan berdasarkan mana yang tercapai lebih dulu antara jarak tempuh atau jangka waktu, dan jangan menunggu jarak tempuh terpenuhi jika secara waktu sudah waktunya ganti oli .

Selain menimbulkan lumpur, oli yang sudah terlalu lama digunakan juga kehilangan viskositasnya sehingga tidak mampu melumasi silinder mesin secara optimal. Oli yang mengental karena tercampur jelaga dari sisa pembakaran akan sulit mengalir, terutama saat start dingin, yang mengakibatkan tekanan oli rendah dan komponen mesin atas seperti camshaft tidak mendapat pelumasan cukup. Akibatnya, suara mesin menjadi lebih kasar, muncul suara ketukan tidak biasa, dan konsumsi bahan bakar bisa meningkat hingga 10 persen.

Perlu diingat bahwa meskipun secara visual oli di dipstick masih terlihat bersih, belum tentu kondisinya masih layak pakai. Warna yang tampak bening bisa menipu karena aditif dalam oli telah habis terpakai, terutama jika mobil sering digunakan untuk perjalanan pendek dari cold start. Untuk itu, kebiasaan mengecek kondisi oli melalui dipstick setiap bulan sangat dianjurkan, serta perhatikan apakah oli sudah berubah warna menjadi cokelat tua atau hitam pekat.

Biaya ganti oli yang hanya berkisar ratusan ribu rupiah adalah investasi kecil dibandingkan biaya turun mesin yang bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Dengan disiplin mengganti oli tepat waktu, mesin mobil Anda akan tetap awet, performa terjaga, dan Anda terhindar dari risiko kerusakan fatal yang merugikan. Jangan tunda lagi, periksa jadwal ganti oli kendaraan Anda sekarang juga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....