Bintang Cedera, Indonesia Raih Perak Voli Pantai Asian Games

  • 03 Okt 2026 20:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Cedera yang dialami Bintang Akbar memengaruhi penampilan Indonesia pada final voli pantai putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Bintang/Sofyan Rachman Efendi akhirnya harus puas meraih medali perak setelah kalah dari wakil Qatar, Cherif Samba/Ahmed Janko, dalam pertarungan tiga set, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Bintang/Sofyan sebenarnya mampu merebut set pertama dengan skor 21-19. Namun, Qatar bangkit dan memenangi set kedua 21-16 sebelum menutup pertandingan pada set penentuan dengan skor 15-9.

Kondisi Bintang semakin memburuk pada set ketiga. Cedera tersebut membuat pergerakannya di lapangan terganggu ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

Pelatih voli pantai putra Indonesia, Andi Ardiansyah, mengatakan cedera Bintang bermula ketika kaki pemain Qatar masuk ke area permainan Indonesia di dekat net. Bintang kemudian menginjak kaki lawan saat berusaha melakukan permainan di depan net.

“Bintang cedera karena menginjak kaki lawan. Kaki lawan masuk ke lapangan kita saat mengeblok. Dari awal tidak begitu terasa, tetapi lama-lama terasa sakit. Bintang tidak bisa jalan setelah bermain, kakinya bengkak. Bukan rezeki kita,” kata Andi, dalam keterangan resmi yang diterima RRI Surabaya.

Menurut Andi, pertandingan final sebenarnya berlangsung cukup berimbang. Namun, rasa sakit yang dialami Bintang membuat mobilitasnya menurun dan memengaruhi permainan Indonesia pada momen-momen penting.

“Secara permainan kedua tim berimbang. Mungkin kalau tidak cedera, beda hasilnya karena pergerakan menjadi sakit. Sebenarnya anak-anak bermain sesuai instruksi,” ujarnya.

Cedera tersebut juga membuat tim pelatih harus mempertimbangkan kembali agenda Bintang/Sofyan setelah Asian Games. Pasangan Indonesia itu sebelumnya dijadwalkan mengikuti tur di Turki mulai 13 Oktober 2026 sebelum melanjutkan rangkaian turnamen ke Jepang.

“Rencana ikut tur ke Turki 13 Oktober bisa batal. Namun, kita lihat kondisinya. Setelah Turki ada tur ke Jepang,” kata Andi.

Sementara itu, Sofyan mengakui Cherif/Ahmed mampu tampil efektif sepanjang pertandingan. Menurutnya, pasangan Qatar tersebut memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi di level internasional.

“Harus diakui, lawan bermain sangat bagus. Mereka benar-benar tahu bermain. Mereka pemain top dunia, punya pengalaman banyak dan jam terbang tinggi,” ujar Sofyan.

Cherif/Ahmed memang memiliki rekam jejak kuat di voli pantai internasional. Selain meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, pasangan Qatar tersebut juga berstatus juara bertahan Asian Games setelah merebut medali emas pada edisi 2018 dan 2022.

Sebelum melangkah ke final, Bintang/Sofyan terlebih dahulu memastikan tiket partai puncak setelah mengalahkan pasangan Jepang, Kota Kurosawa/Taito Mizumachi, pada semifinal, Kamis, 1 Oktober 2026. Dalam pertandingan tersebut, pasangan Indonesia tampil meyakinkan dan menang dua set langsung. Bintang/Sofyan mengamankan kemenangan dengan skor 21-19 dan 21-18.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....