IADO Soroti Kasus Doping Pertama Asian Games 2026
- 29 Sep 2026 17:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kasus doping pertama mencuat di Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Ketua Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) Gatot S Dewa Broto ikut mengomentari pebulutangkis Thailand, Pitchamon Opatniputh, dilaporkan dilarang berkompetisi setelah kasus doping.
Gator S Dewa Broto menilai pengawasan anti-doping Asian Games sangat ketat. Menurutnya, aturan diterapkan tanpa membedakan atlet, ofisial, maupun pelatih.
“Penyelenggaraan Asian Games 2026 ini sangat ketat karena tiap hari,” kata Gatot. Gatot mengatakan penerapan ketat tersebut juga terlihat dari kewajiban Anti-Doping eLearning Platform (ADEL).
Persyaratan ADEL diberlakukan tanpa toleransi bagi seluruh peserta Asian Games 2026. Selain pemeriksaan administrasi, IADO melakukan pengujian terhadap atlet Indonesia sebelum keberangkatan menuju Asian Games.
“Beberapa minggu yang lalu kami sudah melakukan random kepada hampir 20 atlet Indonesia,” ujarnya. Menurut Gatot, pemeriksaan tersebut awalnya direncanakan terhadap 40 atlet Indonesia.
Namun, keterbatasan anggaran membuat jumlah pemeriksaan harus disesuaikan. “Atlet-atlet yang kami pilih merupakan atlet elite yang punya prestasi internasional,” kata Gatot.
Gatot menegaskan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan atlet Indonesia memenuhi ketentuan anti-doping. Langkah itu juga dilakukan untuk mencegah pelanggaran selama mengikuti kompetisi internasional.
Ia menyebut kasus doping bukan sesuatu yang baru dalam olahraga Asia. Gatot kemudian mengingat kasus mantan pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, yang pernah tersandung kasus doping.
“Kalau dulu pernah Lee Chong Wei, atlet bulu tangkis dari Malaysia,” ujarnya. Kasus tersebut terjadi bukan di Asian Games, melainkan dalam ajang bulu tangkis internasional.
Gatot menambahkan Lee Chong Wei saat itu merupakan atlet berprestasi yang pernah menjadi juara All England. Karena itu, menurutnya, pengawasan anti-doping harus diterapkan kepada seluruh atlet tanpa pengecualian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....