Tiga Triatlet Jatim Andalkan Jam Terbang Internasional di Asian Games 2026
- 15 Sep 2026 09:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tiga nama dari Jawa Timur akan menjadi bagian dari perjuangan Indonesia di cabang olahraga triathlon pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka adalah Martina Ayu Pratiwi, Muhammad Noval Ashidiq, dan Hauqalah Fakhal Arvyello.
Pengalaman bertanding di level internasional serta torehan prestasi menjadi modal tiga atlet tersebut untuk menghadapi persaingan ketat di Jepang. Mereka dijadwalkan tampil dalam Asian Games XX yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Selain tiga atlet, Jatim juga menyumbangkan dua pelatih untuk kontingen triathlon Indonesia, yakni Muchammad Fadly Arif dan Chomairoh Bella Agripina. Martina menjadi salah satu tumpuan dengan rekam prestasi paling mencolok.
Atlet tersebut sebelumnya tampil impresif pada SEA Games Thailand 2025 dengan mengoleksi lima medali emas dan dua medali perak.Prestasi itu menjadi gambaran kualitas Martina sebelum menghadapi panggung yang lebih besar di Asian Games.
Sementara itu, Muhammad Noval Ashidiq memiliki pengalaman sebagai peraih medali emas PON XIX Aceh-Medan. Jam terbangnya juga bertambah setelah mengikuti berbagai program uji coba dan kompetisi triathlon tingkat Asia.
Noval tercatat pernah ambil bagian dalam Asia Triathlon Junior, U23 & Mixed Relay Championships di Jubail, Arab Saudi. Pengalaman menghadapi atlet dari berbagai negara tersebut diharapkan dapat membantunya beradaptasi dengan atmosfer persaingan Asian Games.
Hauqalah Fakhal Arvyello pun memiliki pengalaman internasional yang cukup sebagai bekal. Atlet muda tersebut ikut mempersembahkan medali emas dan perak untuk Indonesia pada SEA Games Thailand 2025.
Dengan rekam jejak tersebut, ketiga atlet Jatim tidak sekadar berangkat untuk mencari pengalaman. Mereka juga dituntut mampu mengeluarkan kemampuan terbaik ketika berhadapan dengan para triatlet papan atas Asia.
Sementara Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur Anastasia Kirana menyampaikan bahwa ketiga atlet telah mendapatkan persiapan melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas). Persiapan tersebut juga dilengkapi dengan keikutsertaan dalam sejumlah kompetisi internasional. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan pengalaman sekaligus mengukur kemampuan atlet sebelum tampil di Asian Games.
"Usia atlet Jatim masih sangat muda dan ini merupakan debut pertama mereka di ajang Asian Games," kata Anastasia.
Menurutnya, status debutan memang membuat Asian Games menjadi pengalaman baru bagi Martina, Noval, dan Hauqalah. Namun, pengalaman tersebut seharusnya berjalan beriringan dengan keberanian untuk memburu prestasi. Tantangan terbesar datang dari negara-negara yang selama ini memiliki kekuatan besar di cabang triathlon.
"Jepang, Cina, Korea, dan Kazakhstan memiliki atlet yang cukup bagus. Namun, saya berharap para atlet bisa mengeluarkan semua kemampuannya untuk meraih medali untuk Indonesia," ujarnya.
Dukungan terhadap tiga atlet tersebut juga datang dari KONI Jawa Timur. Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menegaskan bahwa status sebagai wakil Indonesia harus menjadi motivasi tambahan bagi para atlet. Para atlet triathlon menjalani pelatnas di Situbondo dengan intensitas latihan tinggi. Dalam sehari, sesi latihan bahkan bisa berlangsung hingga tiga kali. Kondisi tersebut ditunjang dengan fasilitas latihan yang dinilai cukup lengkap untuk mempersiapkan atlet menuju Asian Games 2026.
"Karena mewakili Indonesia, atlet Jatim harus memberikan prestasi yang luar biasa," kata Nabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....