Danantara Buka Peluang Pendanaan Jangka Panjang Olahraga

  • 12 Sep 2026 20:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membuka peluang kolaborasi pendanaan jangka panjang olahraga Indonesia. Managing Director Global Business Development, Corporate Finance & Investments Danantara Djamal Attamimi menyampaikan peluang tersebut dalam Indonesia Sports Summit 2026.

Djamal mengatakan olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, pengembangan olahraga membutuhkan dukungan modal, tata kelola, serta sistem pendanaan berkelanjutan.

Menurut Djamal, anggaran pengembangan sports tourism pada 2025 mencapai Rp6,5 miliar. Anggaran tersebut terserap 98,88 persen dan menghasilkan aktivitas ekonomi sekitar Rp2 triliun di beberapa provinsi.

"Modal awal Rp6,5 miliar memberikan dampak ekonomi Rp2 triliun. Itu menunjukkan multiplier effect kegiatan yang berhubungan dengan olahraga cukup tinggi," kata Djamal, dikutip dari laman Kemenpora RI, Sabtu, 12 September 2026.

Djamal menyebut nilai ekonomi olahraga Indonesia pada 2024 mencapai hampir Rp40 triliun. Indonesia juga memiliki basis pasar besar dengan sekitar 280 juta penduduk dan tingginya minat terhadap olahraga.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti kepastian industri agar investor lebih mudah masuk. Tiga hal perlu diperkuat, yakni klasifikasi industri, pengukuran dampak ekonomi, serta jangka waktu pendanaan.

"Permodalan hanya akan datang kalau identifikasi dan definisi sektornya jelas dalam ekosistem itu sendiri," ujarnya. Djamal menjelaskan kebutuhan pendanaan olahraga memiliki karakter jangka panjang sesuai jenis proyek yang dikembangkan.

Pengembangan atlet membutuhkan sekitar 12 tahun, sedangkan liga olahraga memerlukan sekitar 15 tahun untuk matang. "Pendanaan jangka pendek sepertinya kurang sesuai untuk sejumlah proyek olahraga," ujarnya.

"Pendanaan perlu disesuaikan dengan waktu yang dibutuhkan agar investasi menghasilkan dampak optimal," ujarnya. Djamal menilai sports tourism menjadi sektor yang relatif siap dikembangkan karena kebutuhan modalnya tidak terlalu besar.

Indonesia juga telah memiliki aset dan infrastruktur yang dapat dioptimalkan untuk olahraga dan pariwisata. "Peluang yang bisa segera diwujudkan adalah sport tourism," ujarnya.

"Kebutuhan modalnya relatif ringan dan aset yang kita miliki sudah ada," kata Djamal. Menurutnya, PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dapat menjadi momentum pengembangan ekosistem olahraga.

Momentum tersebut dapat mendorong pengembangan stadion, hotel, bandara, serta akses jalan sebagai infrastruktur pendukung. CEO Danantara Rosan Roeslani melalui video menyampaikan selamat atas terselenggaranya Indonesia Sports Summit 2026.

Menurut Rosan, forum tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi untuk memajukan ekosistem olahraga Indonesia. "Olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi pembangunan manusia, peningkatan ekonomi, serta daya saing bangsa," ujarnya.

"Olahraga memerlukan dukungan pendanaan berkelanjutan, kemitraan kuat, dan investasi jangka panjang," ucap Rosan. "Danantara Indonesia siap berkolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....