Untag Surabaya Gandeng KONI Jatim, Siapkan Beasiswa dan Kuliah Atlet

  • 10 Sep 2026 17:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur untuk memperkuat masa depan atlet melalui pendidikan tinggi. Kerja sama tersebut membuka peluang beasiswa, studi lanjut hingga S3, serta program kewirausahaan bagi atlet berprestasi.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Untag Surabaya dan KONI Jawa Timur di Gedung R. Ing. Soekonjono, Kamis, 10 September 2026. Kerja sama bertema Membangun SDM Olahraga Unggul : Studi Lanjut, Beasiswa, dan Kewirausahaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga sekaligus memastikan atlet tetap memiliki masa depan setelah masa berprestasi berakhir.

Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro mengatakan, kerja sama dengan KONI Jatim memiliki empat fokus utama. Program pertama adalah studi lanjut. Pengurus KONI dan atlet mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister (S2) dan doktor (S3). Kedua, Untag Surabaya menyiapkan beasiswa bagi atlet berprestasi dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Ketiga, program kewirausahaan atlet. Program ini disiapkan karena tidak semua atlet memiliki kemampuan mengelola keuangan dan mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi aktif bertanding. Keempat, penguatan tridarma perguruan tinggi melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu yang berkaitan dengan kebutuhan dunia olahraga.

“Banyak atlet yang kesulitan mengatur keuangan pasca-masa aktif. Karena itu, kami siapkan pembinaan agar mereka mandiri secara ekonomi,” kata Harjo.

Untag Surabaya juga menyiapkan sejumlah kemudahan bagi atlet dan pengurus KONI yang ingin melanjutkan pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain jalur prestasi, rekognisi pembelajaran lampau (RPL), pendidikan jarak jauh, serta sistem pembelajaran hibrida.

Melalui skema RPL, pengalaman kerja dan latihan dapat dikonversi hingga 75 persen dari beban studi. Sistem tersebut diharapkan membantu atlet tetap berkuliah tanpa harus meninggalkan kewajiban latihan dan pertandingan.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya Dr. IGN Anom Maruta menjelaskan, program beasiswa bagi atlet merupakan kebijakan mandiri yayasan. Dengan demikian, bantuan pendidikan tersebut bukan berasal dari anggaran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Yayasan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang berprestasi. Apakah itu nanti bentuknya semesteran atau tahunan, itu nanti akan dibuatkan regulasinya untuk beasiswa,” ujar Anom.

Di sisi lain, Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menyambut positif kerja sama tersebut. Menurut dia, pendidikan merupakan bagian penting dari pembinaan atlet yang tidak boleh berhenti ketika masa kejayaan seorang atlet berakhir.

“Jangan sampai kita memanfaatkan atlet saat mereka berprestasi, lalu membiarkan mereka mencari jalan sendiri setelahnya. Itu yang saya sebut tidak menzalimi atlet. Permintaan Ibu Gubernur sangat jelas, jangan ada atlet yang tidak melanjutkan pendidikan,” tegas Nabil.

Nabil bahkan berharap Untag Surabaya memiliki identitas khusus sebagai kampus olahraga yang memberikan ruang lebih besar bagi atlet. Menurut dia, keistimewaan tersebut dapat berupa beasiswa, jalur penerimaan khusus, serta sistem perkuliahan yang menyesuaikan jadwal latihan dan pertandingan.

Selain pendidikan, Nabil menilai program kewirausahaan juga penting. Ajang olahraga seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) memiliki dampak ekonomi besar bagi daerah sehingga atlet perlu dibekali kemampuan berwirausaha.

“Kami juga berharap Untag bisa mengambil peran khusus di beberapa cabang olahraga, membina atlet hingga prestasi mereka berbicara di tingkat internasional,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....