Surabaya Rising Champion, Simulasi Persaingan Floorball Jatim Menjelang Porprov

  • 10 Sep 2026 10:35 WIB
  •  Surabaya

RRI CO.ID, Surabaya - Gelaran Surabaya Rising Champion 2026 menjadi salah satu langkah awal Pengkot AFI Floorball Surabaya dalam membaca peta persaingan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Kejuaraan yang berlangsung pada 8–10 September 2026 di Gelora Pancasila Surabaya itu diikuti sekitar 50 tim.

Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai kategori KU 13 hingga KU 18. Wakil Ketua Pengkot AFI Floorball Surabaya, Mohammad Rizal Andreanto, mengatakan jumlah peserta yang meningkat menunjukkan perkembangan positif pembinaan floorball di Surabaya.

“Pada kejuaraan ini kami diikuti kurang lebih 50 tim dari kategori KU 13 sampai KU 18. Selain tingkat Kota Surabaya, kami juga mengundang beberapa kota dan kabupaten, khususnya untuk KU 15 dan KU 18,” kata Andre.

Langkah tersebut menjadi penting karena persaingan di tingkat provinsi mulai memperlihatkan sejumlah daerah yang berpotensi menjadi ancaman bagi Surabaya. Dari hasil kejuaraan tingkat provinsi pada Juli 2026, Kabupaten Bojonegoro dan Kota Malang disebut memiliki kekuatan yang cukup kompetitif.

“Peta kekuatan floorball di Jawa Timur khususnya ada di Surabaya, kemudian Kabupaten Bojonegoro. Dari kejuaraan provinsi pada Juli lalu, lawan yang cukup kuat adalah Bojonegoro dan Kota Malang,” ujarnya.

Kedua daerah tersebut kemudian diundang untuk ambil bagian dalam Surabaya Rising Champion. Bagi AFI Floorball Surabaya, kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk melakukan pengamatan lebih awal sebelum persaingan Porprov 2027 berlangsung di Surabaya.

“Ini menjadi acuan kami untuk melihat peta kekuatan di Jawa Timur. Kami mengundang dua kota dan kabupaten tersebut untuk mengamati cara bermain mereka, mumpung sebelum pelaksanaan Porprov 2027 yang akan dilaksanakan di Kota Surabaya,” ujar Andre.

Selain memantau calon lawan, kompetisi ini tetap menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda. Kategori KU 13 menjadi salah satu perhatian karena antusiasme sekolah-sekolah di Surabaya terhadap floorball terus berkembang.

“Kejuaraan ini juga menjadi ajang menjaring atlet-atlet usia dini, khususnya KU 13. Antusiasme dari sekolah-sekolah di Surabaya sangat besar, kemudian berlanjut ke KU 15 dan KU 18,” katanya.

Sebagai persiapan awal, 15 atlet putra dan 15 atlet putri telah disiapkan melalui program Puslatcab. Jumlah tersebut masih bisa berubah mengikuti ketentuan teknis pertandingan Porprov 2027 yang sampai saat ini masih menunggu technical handbook (THB) serta hasil rapat pelaksanaan Porprov dari Pengprov.

Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom, turut melihat Surabaya Rising Champion sebagai bagian penting dari proses peningkatan kualitas atlet. Menurutnya, bertambahnya jumlah peserta menjadi indikasi bahwa olahraga floorball mulai memiliki ekosistem yang lebih kuat.

“Peningkatan peserta dari kejuaraan Piala Wali Kota sebelumnya dan sekarang di Surabaya Rising Champion 2026 ini menunjukkan bahwa ekosistem floorball sudah mulai hidup di Surabaya,” kata Arderio.

Ia menilai semakin banyak kompetisi akan semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet berbakat. Pengalaman bertanding yang diperoleh dari kompetisi juga menjadi modal penting dalam peningkatan kemampuan atlet.

“Semoga kejuaraan-kejuaraan floorball yang lain semakin banyak. Akhirnya kita mempunyai atlet berbakat yang lebih banyak karena banyak kompetisi,” ujarnya.

Andre menambahkan, pembinaan floorball Surabaya akan terus dilakukan secara berjenjang. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi floorball terhadap target besar KONI Kota Surabaya pada Porprov 2027.

“Mudah-mudahan AFI Kota Surabaya bisa membantu target KONI Kota Surabaya yaitu 250 emas. Semoga bisa tercapai dan kita saling berkolaborasi dengan semua cabang olahraga di Kota Surabaya,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....