Kurang Gerak, Risiko Penyakit Berbahaya Mengintai Tubuh

  • 09 Sep 2026 19:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dengan perubahan besar. Di tengah rutinitas modern yang banyak dihabiskan di depan komputer, kendaraan, dan gawai, kesempatan tubuh untuk bergerak semakin berkurang. Kondisi tersebut kerap dianggap sepele karena tidak selalu langsung menimbulkan keluhan.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Irmantara Subagio, menjelaskan bahwa berbagai penyakit tersebut dikenal sebagai the silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan kematian secara mendadak. Artinya, seseorang bisa merasa baik-baik saja, tetapi di saat yang sama tubuh sedang menghadapi risiko akibat pola hidup yang tidak aktif.

"Secara biologis, tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Ketika tubuh berada dalam kondisi tidak aktif secara terus-menerus, terjadi gangguan pada berbagai sistem tubuh," jelasnya.

Irmantara mengingatkan bahwa menjaga kesehatan sebaiknya tidak menunggu munculnya penyakit. Kebiasaan aktif justru perlu dibangun sejak seseorang berada pada usia pertumbuhan dan dipertahankan hingga lanjut usia.

Pada anak dan remaja, aktivitas fisik berperan dalam memperkuat tulang dan otot. Gerak juga mendukung perkembangan sistem saraf dan kemampuan motorik, termasuk melatih koordinasi serta kebugaran tubuh. Kebiasaan tersebut sekaligus menjadi fondasi untuk membentuk gaya hidup sehat ketika memasuki usia berikutnya.

Sementara bagi kelompok usia muda dan produktif, aktivitas fisik dapat menjadi modal untuk menjaga kapasitas tubuh. Otot, daya tahan jantung dan paru, serta kebugaran perlu dipelihara agar tubuh tetap mampu menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

Aktivitas fisik juga membantu mengendalikan berat badan, mempertahankan kebugaran, menjaga kesehatan jantung dan metabolisme, sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis. Memasuki usia lanjut, kebutuhan untuk bergerak tidak lantas berhenti.

Karena itu, kebiasaan bergerak perlu menjadi bagian dari pola hidup sepanjang usia.

Salah satu alasan seseorang jarang bergerak adalah anggapan bahwa aktivitas fisik membutuhkan waktu khusus dan olahraga dengan intensitas tinggi. Padahal, kebiasaan aktif dapat disisipkan di tengah rutinitas.

Irmantara menyebut masyarakat dapat memulainya dengan mengurangi durasi duduk. Setelah duduk selama 45–60 menit ketika bekerja, misalnya, seseorang dapat berdiri atau berjalan selama 2–3 menit.

Kebiasaan sederhana tersebut kemudian dapat ditambah dengan aktivitas fisik berintensitas sedang seperti jalan cepat atau bersepeda setiap minggu. Gerak juga dapat hadir dari keputusan-keputusan kecil dalam keseharian sehingga aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk olahraga khusus.

Memilih menggunakan tangga dibanding lift, berjalan ketika menerima atau melakukan panggilan telepon, hingga memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari tempat tujuan merupakan contoh sederhana yang dapat dilakukan. Kebiasaan tersebut dapat menjadi cara mudah untuk menambah gerak di tengah aktivitas sehari-hari.

"Gerakan sederhana yang dilakukan secara konsisten tetap memberikan dampak bagi tubuh. Kegiatan tersebut dapat dikombinasikan dengan latihan penguatan otot atau latihan di pusat kebugaran," tuturnya.

Pada akhirnya membangun tubuh yang sehat tidak harus dilakukan melalui perubahan drastis. Kebiasaan bergerak yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Upaya tersebut juga dapat membantu tubuh tetap bugar dan mendukung kualitas hidup pada berbagai tahapan usia.

Setelah terbiasa aktif, pola hidup sehat dapat dilengkapi dengan memperhatikan asupan makanan dan kualitas tidur. Sebab, kesehatan merupakan hasil dari berbagai kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten pun dapat menjadi investasi penting bagi kesehatan di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....