Bintang/Sofyan Tersingkir Seusai Duel Ketat Tiga Set

  • 05 Sep 2026 16:09 WIB
  •  Surabaya

RRI CO.ID, Surabaya – Perjalanan Bintang Akbar/Sofyan Rachman di AVC Beach Continental 2026 harus berakhir pada babak delapan besar. Pasangan voli pantai Indonesia itu kalah 1-2 dari wakil Australia Thomas Hodges/Ben Hood di Shangluo, China, Sabtu, 5 September 2026.

Bintang/Sofyan sempat membuka peluang melaju setelah merebut set pertama 21-19. Namun, Hodges/Hood membalikkan keadaan dengan memenangi dua set berikutnya 21-14 dan 15-13.

Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Bintang/Sofyan sepanjang turnamen. Sebelumnya, mereka mencatat empat kemenangan beruntun tanpa kehilangan satu set.

Pada set pembuka, Bintang/Sofyan mampu menjaga ritme permainan hingga fase akhir. Mereka kemudian menutup set tersebut dengan kemenangan tipis 21-19.

Situasi berubah pada set kedua ketika pasangan Australia mulai mengendalikan permainan. Bintang/Sofyan kesulitan mengembangkan serangan hingga akhirnya menyerah 14-21.

Pertandingan pun berlanjut ke set penentuan yang berlangsung ketat. Hodges/Hood mampu menjaga keunggulan tipis pada poin-poin akhir dan menang 15-13.

Pelatih Bintang/Sofyan, Slamet Mulyanto, mengatakan anak asuhnya sudah tampil maksimal meski harus terhenti di perempat final. Ia menilai pengalaman lawan menjadi salah satu pembeda dalam pertandingan tersebut.

“Pertama-tama kami mohon maaf, hanya sampai perempat final. Anak-anak sudah maksimal,” ujar Slamet, dalam keterangan resmi yang diterima RRI Surabaya, Sabtu, 5 September 2026.

Menurut Slamet, permainan anak asuhnya mulai terpengaruh setelah lawan berupaya memperlambat tempo dan beberapa kali melakukan protes kepada wasit. Kondisi tersebut membuat konsentrasi Bintang/Sofyan terganggu.

“Set pertama anak-anak bermain bagus. Start kedua awalnya bagus, leading 8-6. Namun, lawan bikin ulah, mancing emosi, memperlambat permainan dan tiga kali protes ke wasit, hingga dapat kartu kuning. Hal itu membuat anak-anak terpengaruh,” jelasnya.

Slamet juga mengakui keunggulan fisik dan pengalaman pasangan Australia menjadi tantangan tersendiri. Salah satu pemain Hodges/Hood bahkan disebut telah dua kali tampil di Olimpiade.

“Lawan tinggi, overblok, susah dihentikan. Jam terbang bicara, dalam keadaan ketat gini, lawan bisa mempengaruhi tempo, itu yang tidak diantisipasi anak-anak,” katanya.

Sebelum menghadapi Hodges/Hood, Bintang/Sofyan melaju ke perempat final setelah mengalahkan pasangan Selandia Baru Sam O'Dea/Ben O'Dea dengan skor 21-18 dan 23-21. Mereka juga tampil sempurna di Grup E dengan mengalahkan wakil Hong Kong dan Kazakhstan serta memastikan posisi teratas tanpa kehilangan set.

“Set ketiga, bisa mengimbangi, tetapi lawan memang harus diakui tampil lebih baik, lebih punya banyak pengalaman. Jam terbang berbicara, salah satu pemainnya sudah dua kali tampil di Olimpiade. Anak-anak harus lebih konsisten dan tidak terpengaruh lawan. Kini kami bersiap tampil di Asian Games,” kata Slamet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....