DPP PERBASI Bawa Tim Balige ke Challenger Kaohsiung untuk Persiapan Asian Games

  • 04 Sep 2026 11:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Timnas Basket 3x3 Putra Indonesia memanfaatkan FIBA 3x3 Challenger di Kaohsiung, Taiwan, sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju Asian Games 2026. Turnamen yang berlangsung 5-6 September tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk merasakan langsung persaingan di level internasional.

Indonesia mengirim empat pemain dari delapan nama yang mengikuti persiapan tahap akhir. Mereka adalah Almando Davin Nepa Bait, Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady, Erick Ibrahim Junior, dan Daffa Dhoifullah. Keempat pemain tersebut akan tampil membawa nama Tim Balige.

Sementara itu, Aymane Arip dan Richard Kornelius dijadwalkan menyusul untuk bergabung dalam agenda scrimmage menghadapi tim atau klub lokal di Taipei pada 7-8 September 2026.Tim Balige harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi Grup B. Mereka akan menghadapi Shibuya dari Jepang dan Phoenix dari Amerika Serikat.

Persaingan di grup tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Shibuya diperkuat dua pemain Jepang serta dua rekrutan asal Latvia, Kristaps Gluditis dan Zigmars Raimo, yang sudah berpengalaman di level senior. Sementara Phoenix juga memiliki pemain dengan usia 29 dan 30 tahun.

Wakil Ketua Program 3x3 Badan Tim Nasional (BTN) DPP Perbasi sekaligus General Manager Timnas 3x3 Putra, Derry Primasta Octa, menjelaskan bahwa FIBA 3x3 Challenger merupakan ajang yang diikuti tim-tim elite 3x3 dunia. Karena itu, pengalaman menghadapi lawan dengan level dan kematangan berbeda dinilai penting bagi perkembangan pemain Indonesia.

Menurut Derry, keikutsertaan Tim Balige bukan semata-mata mengejar hasil pertandingan. Para pemain diharapkan mampu menyerap pengalaman, membangun mental bertanding, sekaligus menerapkan strategi yang sudah didapat selama training camp nasional.

“Pengalaman merasakan atmosfer pertandingan di ajang internasional dibutuhkan oleh pemain kita dalam membentuk karakter permainan menuju Asian Games 2026. Hasil akhir memang penting dalam pertandingan. Namun dalam proses pembentukan tim saat ini, melihat pemahaman pemain dalam menjalankan strategi permainan yang telah diberikan selama training camp nasional jauh lebih penting agar di Asian Games nanti bisa mendapatkan hasil maksimal,” jelas Derry dalam keterangan resminya, Jumat, 4 September 2026.

Penggunaan pemain muda juga tidak terlepas dari regulasi Asian Games 2026. Untuk cabang basket 3x3, peserta harus memenuhi ketentuan usia maksimum 23 tahun atau kategori U-23.

Setelah menjalani Challenger di Kaohsiung, rangkaian persiapan Timnas 3x3 Putra berlanjut di Taipei. Agenda scrimmage pada 7-8 September akan menjadi kesempatan tambahan bagi tim untuk mengasah permainan sebelum kembali ke Jakarta dan melanjutkan persiapan menuju Asian Games 2026.

Pada Asian Games 2026, Indonesia berada di Pool C bersama Qatar, Taiwan, dan Bahrain. Persaingan tersebut menjadi target utama yang ingin dipersiapkan melalui berbagai agenda uji tanding internasional.

Derry menilai komposisi pemain yang dibawa saat ini merupakan hasil terbaik dari proses training camp yang dipimpin Coach Donnda. Ia juga melihat perkembangan positif tim sejak tampil di FIBA Batam Challenger.

"Komposisi pemain saat ini adalah yang terbaik dari proses training camp yang sudah berjalan, dipimpin oleh Coach Donnda. Kami melihat banyak perubahan positif sejak FIBA Batam Challenger. Mari kita dukung anak-anak muda berprestasi Indonesia, wakil kita di kancah global melalui 3x3 Basket. Ultimately, kami bersama mau memberikan yang terbaik untuk Asian Games 2026," ujar Derry.

Timnas Indonesia yang bernama Balige dijadwalkan bertolak ke Kaohsiung pada 4 September 2026. Setelah menyelesaikan agenda Challenger dan scrimmage di Taipei, rombongan akan kembali ke Jakarta untuk menjalani persiapan lanjutan sebelum bertolak ke Asian Games 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....