PB IPF Dorong Pickleball Jadi Olahraga Rakyat dari Tingkat Desa hingga Level Dunia

  • 29 Agt 2026 18:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF) mendorong pickleball berkembang sebagai olahraga yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Pengembangan dilakukan dengan membangun ekosistem olahraga mulai dari tingkat desa hingga kompetisi internasional.

Ketua Umum PB IPF, Muhammad Nazaruddin, mengatakan popularitas pickleball dalam dua tahun terakhir meningkat pesat di berbagai daerah. Kondisi tersebut mendorong IPF untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus memperbanyak agenda kompetisi.

"Pickleball memang lagi hit-hitnya di seluruh Indonesia. Dan kita memang lagi ngadain turnamennya di seluruh provinsi. Jadi bukan hanya di Jawa Timur tapi hampir semua provinsi," kata Nazaruddin di sela Eastjava Pickleball Championship (EPC) Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di Surabaya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Nazaruddin, pembangunan ekosistem pickleball akan dimulai dari level paling bawah. Kepengurusan di tingkat desa disiapkan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penguatan struktur kecamatan dan kabupaten.

Rangkaian kompetisi juga disusun mengikuti tahapan tersebut. Turnamen tingkat desa direncanakan berlangsung Januari-Februari, kecamatan pada Maret-Mei, dan kabupaten pada Juni-Agustus sebelum penguatan organisasi di tingkat provinsi.

"Kita lagi merapikan juga untuk struktur pickleball ini kan memang olahraga yang benar-benar merakyat," ujarnya.

Selain memperluas organisasi, PB IPF menyiapkan lima turnamen nasional untuk memperkuat jenjang kompetisi atlet. Setelah kompetisi nasional semakin matang, pembinaan akan diarahkan menuju ajang internasional di kawasan Asia hingga level dunia.

"Kita lagi nyiapin untuk ajang-ajang internasional. Tapi memang kita membuat pickleball ini olahraga yang benar-benar murah tapi merakyat," kata Nazaruddin.

Nazaruddin menyebut masuknya pickleball sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di PON menjadi salah satu capaian penting bagi IPF. Hal tersebut sekaligus menjadi target utama yang ingin diwujudkan selama kepemimpinannya.

"Kebetulan di PON nanti pickleball sudah masuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Jadi memang waktu saya jadi ketua umum target utamanya memang pickleball ini harus masuk di PON. Jadi itu udah beres," jelasnya.

Ia menjelaskan, pickleball sebenarnya sudah hadir di Indonesia sejak sekitar tujuh hingga delapan tahun lalu. Namun, pertumbuhan lapangan dan minat masyarakat baru meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.

Di Jabodetabek, jumlah lapangan pickleball saat ini disebut mencapai sekitar 425 lapangan. Sementara di Jawa Timur, jumlahnya bahkan telah menembus lebih dari 500 lapangan.

Pertumbuhan tersebut turut mengubah pemanfaatan sejumlah fasilitas olahraga.

Beberapa pemilik lapangan padel mulai mengalokasikan sebagian fasilitasnya untuk pickleball karena melihat perkembangan minat masyarakat.

"Beberapa teman-teman yang sekarang punya lapangan itu padel yang dulu misalnya di situ ada lima-enam lapangan, diturunkan jadi padelnya cukup empat, terus sisanya dibuat pickleball," ungkapnya.

Perkembangan pickleball juga terjadi di berbagai negara. Nazaruddin menyebut olahraga ini telah memiliki popularitas tinggi di Amerika Serikat serta sejumlah negara Asia, termasuk Singapura dan Malaysia.

"Kalau kita nanya di Singapura, padel sama pickleball itu lebih populer pickleball. Di Malaysia juga kayak gitu," lanjutnya.

PB IPF berharap perkembangan serupa dapat terjadi di Indonesia. Dengan biaya yang relatif terjangkau dan fasilitas yang semakin mudah ditemukan, pickleball dinilai memiliki potensi besar menjadi olahraga masyarakat.

"Ke depan memang pickleball harus olahraga yang benar-benar merakyat. Dan ini menurut saya Indonesia mau maju ke depan harus rakyatnya semua sehat. Kalau mau sehat ya olahraganya pickleball," tuturnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....