Tarung Derajat Masuk Sekolah, KODRAT Jatim Bidik Regenerasi Atlet sejak Dini

  • 29 Agt 2026 15:47 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur mendorong olahraga Tarung Derajat masuk ke lingkungan sekolah sebagai bagian dari strategi regenerasi atlet sejak usia dini. Langkah itu menjadi salah satu fokus pembinaan yang didorong KODRAT Jatim melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tarung Derajat Antarpelajar Bambang Haryo Soekartono (BHS) Cup III 2026 di GOR CLS Surabaya, pekan ini.

Ketua Umum KODRAT Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono mengatakan, pembinaan atlet tidak bisa hanya dilakukan ketika seorang atlet memasuki jenjang senior. Talenta Tarung Derajat perlu dikenalkan dan dikembangkan sejak masih menjadi pelajar.

"Kami mengharapkan olahraga Tarung Derajat ini bisa menjadi pelengkap pendidikan ekstrakurikuler di sekolah SD, SMP, SMA," kata BHS, sapaanya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Bambang, sekolah dapat menjadi salah satu basis penting untuk memperluas pembinaan sekaligus menemukan bibit atlet baru. KODRAT Jatim saat ini memiliki jaringan pembinaan di 24 kabupaten/kota yang dapat mendukung kerja sama dengan sekolah.

Melalui jaringan tersebut, sekolah dapat berkoordinasi dengan pelatih maupun pengurus KODRAT di masing-masing daerah untuk memberikan pembinaan kepada siswa yang berminat menekuni Tarung Derajat.

Bambang menilai pendekatan melalui sekolah memiliki manfaat lebih luas. Selain mendukung kebugaran fisik, olahraga bela diri tersebut juga dapat membantu membentuk kedisiplinan siswa sekaligus membuka peluang prestasi di bidang olahraga.

"Selain bisa mendidik kedisiplinan dan membuat sehat, mereka juga bisa mendapatkan jalur prestasi," lanjutnya.

Menurut dia, prestasi olahraga bahkan dapat menjadi salah satu modal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. Karena itu, pembinaan sejak usia sekolah dinilai penting agar siswa memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus mencatatkan prestasi secara bertahap.

Bambang mengatakan, kompetisi antarpelajar menjadi bagian dari proses menyiapkan atlet muda sebelum mereka masuk ke level senior. Pengalaman bertanding di tingkat pelajar diharapkan menjadi bekal ketika atlet menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

"Ini menjadi satu ajang untuk membina generasi muda menjadi bibit-bibit atlet ke generasi senior," ujarnya.

Upaya memperluas pembinaan melalui sekolah mendapat apresiasi dari Sang Guru Tarung Derajat, Rimba Dirgantara. Ia menilai kompetisi pelajar memiliki peran penting dalam menemukan atlet-atlet muda yang dapat dipersiapkan menuju jenjang nasional.

"Ini baru kali ini diadakan kejuaraan tingkat nasional di luar Provinsi Jawa Barat. Jawa Timur mempelopori kejuaraan nasional tingkat pelajar ini," kata Rimba.

Menurut Rimba, keberlanjutan BHS Cup diperlukan agar semakin banyak atlet muda mendapatkan ruang kompetisi. Dari kompetisi semacam itu, proses pencarian dan pematangan atlet dapat dilakukan sejak jenjang pelajar.

"Diharapkan terus berlanjut. Kemudian dari kejuaraan ini juga muncul bibit-bibit baru khususnya untuk ke tingkatan nasional nanti," ujarnya.

Dengan memperluas akses Tarung Derajat di sekolah dan memperbanyak kompetisi pelajar, KODRAT Jatim berharap regenerasi atlet dapat berlangsung lebih sistematis. Talenta yang ditemukan sejak bangku sekolah kemudian dapat dibina secara berkelanjutan hingga memiliki kesiapan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....