Kemenpora Latih Guru Identifikasi Bakat Olahraga Anak di Malang
- 27 Agt 2026 21:08 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Potensi anak di bidang olahraga perlu dipetakan sejak dini agar bakat unggul tidak terlewat, dan pembinaan tidak berhenti pada identifikasi bakat. Kemenpora memfasilitasi 90 guru olahraga di Malang melalui pelatihan identifikasi bakat dan literasi fisik.
Pelatihan tersebut menggunakan pendekatan Manajemen Talenta Nasional (MTN) dan Fun and Active Multilateral Movement (FAMM). Program di Stadion Gajayana itu juga dipraktikkan kepada 100 siswa dari tiga sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian aktualisasi pelatihan bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Guru dibekali kemampuan mengenali minat, karakteristik, dan potensi olahraga siswa.
Akademisi sekaligus sport scientist Universitas Negeri Surabaya, Donny Ardy Kusuma, menyebut guru PJOK berperan strategis. Mereka berinteraksi langsung dengan siswa dan berpeluang menemukan calon atlet sejak sekolah.
“Kami percaya betul bahwa guru PJOK sebagai ujung tombak prestasi masa depan olahraga Indonesia,” kata Donny, dikutip dari laman Kemenpora RI, Kamis, 27 Agustus 2026. “Calon-calon juara lahir dari sekolah dan calon atlet masa depan Indonesia lahir dari tangan mereka,” ujarnya.
Menurut Donny, guru olahraga menjadi pihak pertama yang menemukan potensi calon atlet. Selain identifikasi potensi, pelatihan juga memperkuat kemampuan gerak dasar dan pengalaman olahraga menyenangkan.
Pendekatan FAMM mendorong guru menciptakan aktivitas gerak yang beragam, aktif, dan menyenangkan. Fondasi gerak tersebut diharapkan membantu anak berkembang sebelum diarahkan pada cabang olahraga tertentu.
Dengan demikian, pembinaan dapat menyesuaikan kemampuan dan karakteristik masing-masing anak. Hasil pemetaan potensi siswa selanjutnya diarahkan agar terintegrasi dengan sistem Satu Data Kemenpora.
Data sekolah diharapkan menjadi informasi pendukung identifikasi dan pembinaan talenta olahraga secara terstruktur. Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenpora, Angga Prananda Bakti, berharap pelatihan diterapkan secara berkelanjutan.
Guru diharapkan mengembangkan tes identifikasi bakat di sekolah, komunitas, dan organisasi. “Harapan kami para guru olahraga bisa mengembangkan dan melakukan tes ini di lingkup sekolah,” ujar Angga.
Hasil tes diharapkan membantu menemukan bibit berbakat untuk disalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler.Siswa yang menunjukkan potensi tertentu dapat memperoleh rekomendasi pengembangan secara lebih tepat.
Rekomendasi tersebut dapat melalui ekstrakurikuler, klub olahraga, maupun pembinaan pemerintah daerah. Guru PJOK SMP Negeri 5 Malang, Lulut Rosvita, mengatakan pelatihan memberikan pendekatan baru.
Selama ini, pilihan olahraga siswa lebih banyak dipengaruhi kesukaan pribadi atau teman. “Anak tersebut sebelumnya memilih olahraga bola basket, tetapi berdasarkan LMS, arahnya ke permainan bola voli,” kata Lulut.
Pemetaan memberikan dasar lebih objektif bagi guru dalam menentukan rekomendasi olahraga. Lulut berkomitmen menerapkan pengetahuan tersebut di sekolah untuk mengarahkan siswa sesuai potensinya.
“Saya berusaha memetakan kondisi murid supaya mereka tidak salah sasaran,” ujarnya. Pengembangan talenta olahraga juga perlu berjalan bersama lingkungan masyarakat yang mendorong gaya hidup aktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....