Dari Filosofi Harmoni, Hapkido Indonesia Bidik Prestasi Internasional
- 23 Agt 2026 07:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perkembangan Hapkido di Indonesia menunjukkan tren positif. Grandmaster dan Founder Hapkido Indonesia, Vincentius Yoyok Suryadi, melihat selain semakin dikenal sebagai olahraga prestasi, Hapkido dinilai memiliki filosofi yang relevan dengan kehidupan generasi muda.
Yoyok mengatakan ketertarikannya mengembangkan Hapkido bermula dari pengalaman panjangnya di dunia Taekwondo selama 47 tahun. Ia melihat karakter Hapkido lebih sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini yang menghadapi situasi sosial dengan tingkat kekerasan yang meningkat.
“Hap itu sinergi, harmoni, cinta. Ki itu artinya energi, hidup. Do itu seni, seni hidup lah,” kata Yoyok.
Menurutnya, filosofi Hapkido menekankan kehidupan yang penuh harmoni. Nilai tersebut dinilai berbeda dengan pemahaman bela diri yang hanya berorientasi pada pertarungan atau menentukan pemenang dan pihak yang kalah.
“Harmoni itu bukan menang kalah, benar-salah, enggak. Bagaimana kita bisa hidup harmoni,” ujarnya.
Yoyok mengembangkan Hapkido di Indonesia setelah mendapat mandat dari Korea ketika olahraga tersebut mulai diarahkan ke kompetisi. Ia menilai Indonesia tidak boleh tertinggal dalam perkembangan Hapkido yang semakin terbuka melalui ajang pertandingan.
“Dan tampaknya ketika mulai itu dikembangkan sedikit ke kompetisi, Indonesia pun tak boleh ketinggalan. Maka cepat-cepat saya mendapat mandat di sana, supaya mengembangkan di sini yang saya kembangkan,” tuturnya.
Perkembangan Hapkido kemudian terlihat dari keterlibatan Indonesia di ajang olahraga nasional hingga internasional. Yoyok menyebut Indonesia telah mengikuti tiga kali PON, termasuk satu kali sebagai ekshibisi, dan akan kembali tampil pada PON mendatang.
Di tingkat Asia, prestasi Hapkido Indonesia juga semakin terlihat. Yoyok menyebut Indonesia baru saja membawa pulang tujuh medali emas dari kejuaraan Asia di Hong Kong.
“Jadi pada saat sehari sebelum hari kemerdekaan, kita mempersembahkan tujuh mas di tingkat Asia. Jadi ini sebenarnya sudah bukan main-main,” katanya.
Saat ini, menurut Yoyok, Hapkido telah berkembang di 31 provinsi di Indonesia. Khusus Jawa Timur, perkembangannya telah menjangkau lebih dari 10 kota dan mulai melahirkan atlet yang mampu berprestasi di tingkat Asia.
“Kemudian saya harap ya, suatu saat mungkin lima, sepuluh tahun lagi sudah bisa masuk di Seagame, ataupun di mana ya. Sehingga kita lebih bisa bawa nama negara dan bangsa,” ujarnya.
Yoyok menilai tantangan terbesar pengembangan Hapkido bukan terletak pada teknik bela diri, melainkan perubahan pola pikir. Menurutnya, generasi muda perlu didorong agar lebih berani, kreatif, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar.
“Saya berharap dengan Hapkido ini, bisa mengubah pola dasar, cara memandang adik-adik yang berlatih ini. Jadi lebih berani,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....