Tak Sekadar Mengejar Garis Finish, Surabaya Mlayu Bengi Usung Tren Lari dan Party

  • 17 Agt 2026 07:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tren olahraga lari kini semakin digandrungi oleh banyak masyarakat. Kebutuhan akan menjaga kesehatan di tengah aktivitas padat membuat lari menjadi salah satu olahraga yang banyak diminati.

Tren olahraga lari kini tak lagi hanya soal mencetak waktu tercepat atau ajang adu gengsi antar-racer. Suroboyo Mlayu Bengi kini kembali hadir untuk menjadi wadah bagi pegiat olahraga lari untuk sehat bersama.

Jodiawan selaku pendiri Suroboyo Mlaku Bengi mengatakan, lari di malam hari menjadi salah satu solusi bagi banyak orang. Hal ini karena pihaknya menangkap tidak sedikit orang yang tidak sempat olahraga di pagi hari akibat rutinitas yang harus dilakukan.

"Karena lagi-lagi dengan jam kerja mereka yang begitu padat, terus waktu pagi yang begitu singkat, kadang kalau di weekend tidak semua bisa ikut lari. Nah, alternatifnya cuma malam. Nah, gimana caranya tetap mereka biar tetap sehat, ada olahraganya, ya malam adalah alternatifnya asal sesuai dengan porsinya," kata Jodiawan usai peluncuran Suroboyo Mlayu Bengi di Jalan Tegalsari, Minggu 16 Agustus 2026.

Sementara itu, Razzan Muhammad Azzam selaku Presiden Garuda Nusantara Eventify menjelaskan bahwa Suroboyo Mlayu Bengi hadir dengan konsep baru. Tak sekadar berlari, namun event ini juga dikemas dengan hiburan musik.

Menurutnya, konsep ini digagas karena memang pihaknya ingin olahraga yang menyenangkan dan kebersamaan. Sekaligus, bagaimana bisa membuat orang lebih senang berolahraga lari.

"Ini satu-satunya di Surabaya kita lari malam tapi dengan konsep party. Jadi kita mengusung esensi fun-nya," kata Razzan.

Razzan mengatakan, inspirasi Surabaya Mlayu Bengi ini berangkat dari kebutuhan masyarakat, khususnya anak muda yang ingin berolahraga tanpa tekanan target waktu. Lari malam dipilih menjadi alternatif menarik untuk menikmati estetika Kota Surabaya setelah jam kerja tanpa perlu khawatir kelelahan fisik yang ekstrem.

"Ini kan memang sebagai wadah dan gaya hidup anak-anak muda juga. Larinya santai agar lebih sehat. Kalau larinya cepat, takutnya ada yang ketinggalan harus ngejar. Jadi kita fun aja, mengusung hidup sehat tanpa kompetisi," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....