Erick Thohir: Komitmen Prabowo Perkuat Anggaran Pelatnas
- 14 Agt 2026 06:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut komitmen Presiden Prabowo mulai membuahkan hasil. Dukungan anggaran berkelanjutan diberikan untuk persiapan berbagai ajang olahraga internasional.
Erick mengatakan persiapan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan perencanaan dan anggaran secara tahunan.
“Kami senang diskusi bersama Presiden mengenai olahraga didukung anggaran multiyears pelatnas,” kata Erick, dikutip dari laman Kemenpora RI, Kamis, 13 Agustus 2026. Ia menilai persiapan menuju Olimpiade 2032 bahkan harus dimulai sejak sekarang.
Negara lain, menurutnya, telah menerapkan pola pembinaan atlet jangka panjang. “Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan Olimpiade 2032 mestinya dilakukan hari ini,” ujarnya.
Erick mengapresiasi dukungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap kesinambungan anggaran pelatnas. Dukungan tersebut dinilai menjadi langkah positif bagi pembinaan atlet Indonesia.
“Tahun ini kita sudah mulai mendapatkan anggaran untuk Olimpiade 2028,” kata Erick. Ia menyebut anggaran pelatnas SEA Games juga telah tersedia.
Tahun depan, alokasi anggaran tersebut diproyeksikan meningkat secara signifikan. Untuk Asian Games 2026, anggaran pelatnas mengalami peningkatan melalui penyisiran dan tambahan anggaran pemerintah.
Anggaran awal Rp81 miliar meningkat menjadi Rp127 miliar, kemudian mendapat tambahan Rp95 miliar. Dengan tambahan tersebut, anggaran pelatnas Asian Games 2026 mencapai Rp222 miliar.
Anggaran tersebut khusus untuk pelatnas dan belum mencakup pengiriman kontingen. “Anggaran Rp222 miliar hanya untuk pelatnas,” tegas Erick.
Pemerintah juga menyiapkan Rp61 miliar untuk kebutuhan pengiriman kontingen Indonesia. Erick mengatakan pemerintah membedakan anggaran pelatnas dengan pengiriman kontingen Asian Games 2026.
Namun, keduanya menjadi bagian pembiayaan penyelenggaraan Asian Games tahun ini. Menurut Erick, tambahan anggaran tersebut menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap atlet dan cabang olahraga.
Ia meminta seluruh pihak menggunakan anggaran secara transparan dan bertanggung jawab. “Sudah final karena tinggal satu bulan Asian Games 2026,” kata Erick.
Pemerintah kembali membantu cabang olahraga yang persiapannya masih menghadapi kendala anggaran. Erick juga meminta atlet melaporkan jika terjadi penyalahgunaan anggaran dalam pelatnas.
Laporan tersebut akan diteruskan kepada BPKP atau BPK untuk ditindaklanjuti. “Kita tak boleh menyalahgunakan. Kalau para atlet disunat anggarannya, lapor kita,” ucap Erick.
Ia menegaskan pemberantasan korupsi menjadi bagian penting dalam pengelolaan anggaran olahraga. Perlindungan terhadap atlet juga harus menjadi prioritas pemerintah.
Selain itu, Erick meminta atlet dan cabang olahraga bekerja maksimal mengejar target prestasi. Bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi andalan perolehan medali emas..
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....