KONI Jatim Siapkan Ruang Aman untuk Jaga Mental Atlet Muda

  • 13 Agt 2026 11:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tekanan untuk meraih prestasi dapat menjadi beban tersendiri bagi atlet muda. Karena itu, KONI Jawa Timur bersama Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Surabaya dan RSD Prof. Moeljono, Menur, Surabaya, mendorong terciptanya ruang aman bagi atlet untuk menjaga kesehatan mental.

Komitmen tersebut ditandai dengan deklarasi kampanye “Ayah Bunda, Anak Laki-lakimu Butuh Kamu”. Kampanye ini mengajak orang tua lebih terbuka dalam mendengar, memahami, dan mendampingi anak laki-laki ketika menghadapi persoalan.

Direktur RSD Prof. Moeljono, Menur, Surabaya, Vitria Dewi, mengatakan kesehatan mental anak dan remaja perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data rumah sakit, persoalan mental lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan, baik pada kelompok anak-anak maupun dewasa.

"Masalah mental itu lebih banyak di laki-laki daripada perempuan. Mau anak-anak, mau dewasa, itu lebih banyak laki-laki daripada perempuan," ujar Vitria.

Menurut Vitria, anak laki-laki perlu memiliki ruang untuk menyampaikan emosi dan persoalan yang dihadapi. Stigma bahwa laki-laki harus kuat dan tidak boleh banyak mengeluh justru berpotensi membuat masalah dipendam.

"Anak laki-laki kok cengeng, kok banyak omong. Tapi di situlah sebenarnya dia memendam perasaannya yang harusnya ada suara yang kita semua mendengarkan," katanya.

Kondisi tersebut dinilai relevan dengan kehidupan atlet muda. Selain menghadapi tuntutan prestasi, atlet juga dapat mengalami tekanan dari keluarga, pelatih, lingkungan pergaulan, bullying, maupun target pribadi yang terlalu tinggi.

"Bisa saja, mereka ditarget atau menargetkan diri harus menang, ditarget harus medali emas. Padahal, itu justru menjadi beban besar yang ia rasa di luar batas kemampuannya. Tapi dia enggak berani mengungkapkan pada orang tuanya. Itu bisa saja menjadi satu tekanan luar biasa," ujarnya.

Sementara Ketua FPPI Surabaya Nenny W. Gunarso mengatakan kampanye tersebut berangkat dari perhatian terhadap berbagai persoalan yang dialami anak laki-laki. Menurutnya, anak laki-laki juga rentan mengalami bullying dan kekerasan, tetapi sering tidak mendapat perhatian yang sama karena tuntutan untuk selalu terlihat kuat.

"Anak perempuan dan laki-laki itu sama-sama berhak mendapatkan kasih sayang, sama-sama berhak mendapatkan pelukan hangat. Enggak ada beda di sana," tuturnya.

Nenny mendorong orang tua untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan anak. Kebiasaan memendam emosi karena takut dianggap lemah atau cengeng, menurutnya, dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak.

Sementara Ketua KONI Jawa Timur M. Nabil menilai isu kesehatan mental sangat berkaitan dengan pembinaan atlet. Tekanan dari orang tua, pelatih, keluarga, masyarakat, maupun target pribadi dapat memengaruhi kesiapan atlet sebelum bertanding.

"Jangan sampai sebelum tanding sudah tegang, sudah nervous, sudah muncul masalah. Potensi kemenangannya juga pasti tereduksi cukup besar," ujar Nabil.

Sebagai tindak lanjut, KONI Jatim berencana menjalin kerja sama dengan RSD Prof. Moeljono. Salah satu bentuknya adalah menyiapkan ruang santai atau ruang cangkrukan yang dapat dimanfaatkan atlet untuk relaksasi dan mengurangi tekanan.

“Kita akan MOU dengan Rumah Sakit Daerah Prof. Moeljono. Segera,” katanya.

Nabil menambahkan, fasilitas tersebut nantinya tidak hanya ditujukan bagi atlet laki-laki, tetapi seluruh atlet di bawah KONI Jatim. Kolaborasi dengan FPPI dan RSD Prof. Moeljono diharapkan dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih sehat, sehingga atlet mampu menjaga kondisi mental sekaligus mengoptimalkan prestasinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....