CdM Fokus Tuntaskan Persiapan Nonteknis Tim Asian Games
- 31 Jul 2026 06:29 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, memastikan persiapan kontingen tidak hanya berfokus pada aspek teknis. Berbagai kebutuhan nonteknis juga menjadi perhatian agar atlet dapat tampil maksimal saat berlaga.
Hal itu disampaikan Todotua usai mengunjungi pemusatan latihan tim basket putri Indonesia, di Surabaya, Kamis, 30 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan jajaran pelatih, atlet, dan pengurus untuk membahas kesiapan menuju Asian Games 2026.
Menurutnya, pembahasan difokuskan pada berbagai kebutuhan di luar lapangan yang berpotensi memengaruhi performa atlet. Seluruh persoalan tersebut diupayakan selesai sebelum keberangkatan ke ajang multievent terbesar di Asia itu.
"Hari ini kami dari Chef de Mission Asian Games 2026 berkunjung ke cabang olahraga basket, khususnya tim putri yang akan bertanding di Asian Games. Kami bertemu dengan para pelatih, atlet, serta jajaran Perbasi," katanya.
Ia menjelaskan, CdM berperan membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan nonteknis. Mulai dari koordinasi terkait administrasi atlet, proses naturalisasi apabila diperlukan, hingga pengaturan jadwal keberangkatan kontingen.
Menurutnya, setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan berbeda. Karena itu, koordinasi dilakukan sejak jauh hari agar seluruh persiapan berjalan lancar.
"Kalau dari Chef de Mission, fokus kami memang lebih banyak pada hal-hal nonteknis. Misalnya, jika ada atlet yang sedang menjalani proses naturalisasi atau belum masuk dalam daftar karena ada kendala tertentu, kami akan membantu mengoordinasikan penyelesaiannya," lanjutnya.
Todotua menambahkan, Perbasi telah memiliki program pembinaan dan pelatihan jangka panjang. Asian Games menjadi salah satu target penting dalam rangkaian program tersebut.
Karena itu, pihaknya ingin memastikan seluruh atlet dapat berkonsentrasi penuh saat pertandingan. Berbagai persoalan di luar arena akan ditangani oleh tim pendukung sehingga tidak membebani atlet maupun pelatih.
"Yang terpenting adalah penguatan tim. Namun, perhatian utama kami tetap pada kondisi atlet saat hari pertandingan. Kami ingin memastikan mereka tidak terbebani oleh persoalan di luar pertandingan," ucapnya.
Ia optimistis tim basket putri Indonesia mampu memberikan penampilan terbaik meski persaingan di Asian Games jauh lebih ketat dibanding level Asia Tenggara. Menurutnya, kualitas pembinaan basket nasional terus menunjukkan perkembangan positif.
"Kami juga melihat manajemen organisasi Perbasi sudah berjalan dengan baik, mulai dari kepengurusan hingga sistem pembinaan klub. Harapannya, kondisi tersebut dapat mendukung tim basket Indonesia tampil semakin baik di Asian Games," tegasnya.
Dukungan dari CdM Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 disambut positif oleh para pemain Timnas Basket Putri. Pemain Timnas Basket Putri, Priscilla Annabel Karen, mengatakan kehadiran CdM memberikan motivasi tambahan bagi seluruh anggota tim.
Menurutnya, perhatian yang diberikan membuat para pemain semakin percaya diri menghadapi persaingan di Asian Games. Apalagi Indonesia akan berhadapan dengan tim-tim yang tidak mudah seperti Tiongkok dan Korea Selatan.
Meski demikian, ia menegaskan tim tidak ingin datang hanya sebagai peserta. Seluruh pemain berkomitmen tampil maksimal dan membawa nama Indonesia bersaing di level Asia.
"Kami akan memberikan yang terbaik dan mengerahkan seluruh kemampuan yang kami punya. Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia juga bisa bersaing," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....