Geruduk Dispora Jatim, Armuji Tuntut Copot Oknum KORMI Jatim Dugaan Pemerasan
- 15 Jul 2026 14:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Puluhan orang dari berbagai Induk Olahraga (Inorga) dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Surabaya menggeruduk Kantor Dispora Jawa Timur, Surabaya, Rabu 15 Juli 2026. Aksi ini dilakukan menuntut agar dapat mencopot oknum pengurus KORMI Jatim yang diduga melakukan pemerasan.
Kasus ini berkembang setelah pelaksanaan Muskot KORMI Surabaya yang menetapkan Armuji terpilih ketua baru secara aklamasi periode 2026-2030. Pasca pemilihan, Armuji bersama tim formatur menyelesaikan penyusunan kepengurusan.
Namun, saat disampaikan ke KORMI Jatim ada dugaan pemerasan yang dilakukan seorang pengurus diduga berinisal S. "Loh, (sama) saya kan tak pancing, duit Rp1 miliar itu uakeh rek, rek. Ya, ya gak Rp1 miliar lah Cak. Berarti kan menawar dia, ngono loh," kata Armuji menceritakan kronologi.
"Tapi kan jelas. Terakhir dia ngomomg, apa kaitannya? Apa yang dipermasalahkan? Masalah SK, apa masalah uang? Ya ada kaitannya. Berarti kan, apa lek ngarani, transaksional," ujarnya melanjutkan.
Menurutnya, apa yang dilakukan oknum tersebut sudah tindakan pemerasan yang melanggar prinsip keolahragaan. Secara organisasi KORMI Jatim seharusnya dapat menerima tanpa embel-embel dana pelicin.
Sementara itu, Kadispora Jatim Hadi Wawan Guntoro mengatakan, telah menerima aduan yang disampaikan Armuji. Selanjutnya, ia akan berkoordinasi dengan Kemenpora dan KORMI Pusat.
Hadi Wawan mengatakan, kalau pihaknya tidak bisa memenuhi langsung apa yang menjadi tuntutan karena KORMI merupakan organisasi mandiri. Namun, ia menegaskan, untuk membantu penyelesaian masalah agar tidak mengganggu pembinaan olahraga di Jatim.
"Jadi kami akan pelajari dulu, karena memang FORMI ini adalah organisasi mandiri. Ya, mandiri artinya dinamika yang terjadi dalam internal, itu harus dilihat seperti itu. Tetapi begitu ada laporan seperti ini, maka saya akan nanti koordinasi dengan yang berwenang. Ya, mungkin Kemenpora dan KORMI Pusat bahwa ini ada kasus seperti ini, kami harus melangkah seperti apa," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....