Tujuh Emas Jadi Modal Surabaya Bidik Juara Umum Porprov 2027
- 29 Jun 2026 10:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi ajang penting bagi Pertina Kota Surabaya untuk mengukur kemampuan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Dalam kejuaraan yang berlangsung di GOR Pancasila Surabaya pada 26-28 Juni itu, kontingen tuan rumah berhasil mengoleksi tujuh medali emas.
Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya, mengatakan kejuaraan yang diikuti petinju dari berbagai daerah di Indonesia itu sengaja digelar sebagai simulasi persaingan menuju Porprov. Menurutnya, atmosfer kompetisi nasional dibutuhkan agar para atlet memiliki gambaran kemampuan lawan yang akan dihadapi.
"Hari ini kami lakukan event nasional untuk menjelang Porprov, supaya Surabaya menjadi juara umum di Porprov. Acara nasional ini kami bentuk untuk mengetahui kemampuan-kemampuan atlet di tingkat nasional sebagai bekal ke depan," kata Ferlix.
Raihan tujuh medali emas menjadi indikator bahwa petinju Surabaya mampu bersaing dengan atlet dari berbagai daerah. Meski demikian, Ferlix mengakui hasil tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan.
"Surabaya mendapatkan tujuh emas di ajang ini. Kami sangat berbangga karena atlet-atlet Surabaya sudah bisa mengimbangi nasional. Jadi kami sangat bangga dengan medali tujuh, meskipun belum sesuai harapan. Tapi kami sudah bisa mengimbangi atlet-atlet nasional," ujarnya.
Pertina Surabaya memastikan pembinaan atlet akan terus ditingkatkan melalui program Pemusatan Latihan Cabang (Puslatcab). Para petinju yang berhasil meraih gelar juara akan diprioritaskan masuk dalam program tersebut sebagai persiapan menghadapi Porprov.
"Para juara ini akan kami latih dan dibibitkan melalui Puslatcab untuk menghadapi Porprov," ucapnya.
Selain Puslatcab, Pertina Surabaya juga menyiapkan agenda Road to Porprov sebagai ajang evaluasi kemampuan atlet sebelum kompetisi utama digelar. Kejuaraan tersebut akan dikemas dalam skala lebih kecil dan dikhususkan bagi atlet Surabaya.
"Sebelum Porprov rencana kami akan ada Road to Porprov. Bentuknya event seperti ini, tetapi skalanya lebih kecil, bukan nasional, khusus untuk atlet Surabaya. Ini menjadi tolok ukur menuju Porprov. Kami juga akan mengadakan event-event skala menengah untuk mengetahui kemampuan atlet-atlet lain yang belum mendapatkan juara emas. Barangkali kami mengadakan satu sampai dua event ke depan," jelas Ferlix.
Ferlix optimistis program latihan yang lebih intensif akan meningkatkan daya saing atlet Surabaya pada Porprov 2027. Ia berharap target perolehan tujuh medali emas nantinya dapat tercapai.
"Persiapan kami untuk Porprov adalah berlatih lebih giat lagi untuk atlet-atlet yang ada di Surabaya, supaya menunjukkan prestasi. Harapan saya, pada tahun 2027 target tujuh medali emas bisa terpenuhi," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pertina Jawa Timur Agung Samsul Hadi menilai Piala Wali Kota Surabaya telah berkembang menjadi kejuaraan bergengsi dengan cakupan peserta yang semakin luas. Menurutnya, ajang tersebut kini tidak lagi sekadar mempertemukan sasana tinju, tetapi sudah berstatus semi nasional.
"Kalau kita kaji Piala Wali Kota ini kan sebenarnya untuk antar sasana. Tapi sudah begitu meluas sampai semi nasional. Ini kebanggaan," kata Agung.
Agung juga melihat tingginya jumlah peserta sebagai sinyal positif bagi kebangkitan olahraga tinju di Jawa Timur. Setelah sempat vakum beberapa tahun, kejuaraan kali ini berhasil diikuti 216 petinju dari berbagai daerah di Indonesia.
"Jadi kita enggak mengira, dari sekian tahun kita vakum, sekarang yang mengikuti adalah 216 peserta dari beberapa daerah di Indonesia. Kita harapkan ini merupakan titik kebangkitan. Nantinya Surabaya dan Jawa Timur bisa kembali menjadi barometer tinju amatir seperti era 1980-an dan 1990-an," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....