Buka Rakerprov, Gubernur Tekankan Pentingnya Memajukan Olahraga Jatim

  • 24 Jun 2026 19:06 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Rakerprov KONI Jatim 2026 di STIESIA Surabaya, Rabu, 24 Juni 2026. Ia menekankan pentingnya rencana aksi yang terukur untuk memajukan olahraga Jawa Timur.

"Raker ini harus menyiapkan plan of action bagi kita semua,. Baik untuk persiapan Porprov, PON maupun Olympic," kata Khofifah.

Khofifah menyampaikan empat catatan penting bagi KONI Jatim. Catatan pertama adalah penguatan pembinaan dan pencarian bibit atlet sejak usia dini.

Menurutnya, prestasi olahraga membutuhkan proses panjang dan berjenjang. Tahapan itu mencakup identifikasi bakat, pembinaan, kompetisi, hingga pendampingan profesional.

"Pencarian bibit dan bakat usia dini menjadi catatan penting," ujarnya. Khofifah menegaskan PORPROV bukan sekadar ajang kompetisi antar daerah.

PORPROV juga menjadi instrumen pembinaan atlet dan pemerataan prestasi olahraga. Catatan kedua adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga.

Penguatan mencakup pelatih, tenaga sport science, wasit, manajer tim, dan atlet. Ia menilai prestasi atlet tidak hanya ditentukan kemampuan fisik.

Dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, nutrisi, dan psikologi juga sangat penting. "Basisnya adalah sport science," kata Khofifah.

Catatan ketiga adalah penguatan tata kelola organisasi olahraga yang profesional dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola yang baik akan menghasilkan program pembinaan lebih efektif.

"Bibit atlet yang bagus kalau tidak diikuti tata kelola terukur, hasilnya kurang maksimal," ujarnya. Catatan keempat adalah pentingnya membangun jejaring berbagai pihak.

Sinergi diperlukan antara pemerintah, KONI, cabor, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Khofifah juga meminta seluruh cabang olahraga menyambut atlet potensial yang kembali ke Jawa Timur.

Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat pembinaan prestasi daerah. "Membangun jejaring menjadi penting karena membina atlet tidak mudah, tidak murah, dan tidak cepat," ujarnya.

Ia menambahkan koordinasi dengan kepala daerah dan dinas olahraga harus terus diperkuat. Kolaborasi tersebut mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

"Koordinasi dengan bupati dan wali kota juga menjadi sangat penting," ucapnya. Khofifah optimistis olahraga Jawa Timur akan semakin maju.

KONI Jatim dinilai memiliki peran strategis membangun ekosistem olahraga prestasi. "Kita harus menyiapkan atlet yang siap membawa pulang emas bagi Jawa Timur dan Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim. Menurutnya, arah kebijakan yang dijalankan sudah tepat.

"Ibu Gubernur sudah sangat benar dan memiliki fokus pembinaan yang jelas," kata Suwarno. Ia menilai Jawa Timur memiliki peluang besar mencetak atlet berprestasi.

Potensi itu didukung penyelenggaraan PORPROV yang menjadi salah satu terbesar di Indonesia. "Pembinaan usia dini penting untuk mendukung pembinaan jangka panjang," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....