Surabaya Perkuat Regenerasi Atlet lewat Festival Catur Berskala Besar

  • 24 Jun 2026 11:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menjadikan Piala Wali Kota Surabaya 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat regenerasi atlet catur sejak usia dini. Ajang yang diikuti lebih dari 1.000 peserta ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana menjaring bibit-bibit unggul dari kalangan pelajar dan pecatur berbakat untuk dibina secara berkelanjutan.

Ketua Pelaksana yang ditunjuk KONI Kota Surabaya, Hesnud Daulah, M.Psikolog, menjelaskan pelaksanaan babak penyisihan dibagi dalam tiga hari dengan melibatkan peserta dari 31 kecamatan di Surabaya.

"Konsepnya adalah di tanggal 22 itu ada 10 kecamatan yang bertanding, tanggal 23 ada 10 kecamatan berbeda, dan Rabu 24 Juni ada 11 kecamatan dengan total atlet 600 peserta. Juara per kategori dari tiap kecamatan akan bertarung di grand final pada Kamis, 25 Juni," ujar Hesnud Daulah.

Setelah kompetisi pelajar selesai, rangkaian kegiatan berlanjut dengan turnamen terbuka yang menghadirkan hampir 500 pecatur profesional dan master internasional. Kejuaraan yang terdaftar di Federasi Catur Internasional (FIDE) tersebut digelar di Ballroom Choice City Hotel BG Junction Mall pada 27–28 Juni 2026.

Mantan Ketua Percasi Surabaya sekaligus anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga catur.

"Kalau dulu ada kekosongan, sekarang antusiasnya luar biasa. Ini ada greget, ada kemauan yang sangat besar dari anak-anak sekolah. Catur ini olahraga yang mencerdaskan, murah, tetapi tetap menuntut prestasi. Kami mencari bibit-bibit baru karena Surabaya ini barometernya catur Jawa Timur," kata Budi Leksono.

Dukungan terhadap semangat para peserta juga disampaikan Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kota Surabaya, Indriatno Heryawan, yang mengajak seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

"Kami mengapresiasi keikutsertaan adik-adik. Selamat berkompetisi, raih prestasi. Yang menang jangan jumawa, yang kalah jangan menyerah. Terus semangat hingga ke tingkat nasional, syukur-syukur internasional," ujar Indriatno.

Panitia memastikan pembinaan akan terus berlanjut setelah turnamen berakhir. Atlet-atlet yang menunjukkan potensi terbaik akan dipersiapkan melalui program latihan intensif guna menghadapi berbagai kejuaraan di tingkat regional maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....