Jumpingworks Dorong Antusiasme Voli Indonesia

  • 08 Jun 2026 17:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Popularitas olahraga bola voli di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap konten edukasi voli yang dibagikan oleh kreator konten sekaligus pelatih voli, Jonsapp, melalui platform media sosial TikTok dan Instagram.

Melalui akun TikTok bernama Jumpingworks, Jonsapp secara konsisten membagikan materi seputar volleyball drilling, teknik permainan voli, hingga ilmu sport anatomy sejak tahun 2023. Konsistensi tersebut membuahkan hasil dengan jumlah pengikut yang kini telah melampaui 70 ribu akun.

Tak hanya di TikTok, Jonsapp juga mulai aktif mengembangkan konten edukasi melalui Instagram sejak 2025. Dalam waktu relatif singkat, akun Instagram miliknya berhasil mengumpulkan lebih dari 20 ribu pengikut yang mayoritas merupakan pecinta olahraga bola voli dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertumbuhan jumlah pengikut serta tingginya respons positif dari masyarakat menjadi indikator bahwa olahraga bola voli memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Konten yang disajikan tidak hanya berfokus pada teknik bermain, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai anatomi olahraga yang mendukung performa atlet secara ilmiah.

Melihat tingginya minat dari berbagai daerah, Jonsapp bersama tim Jumpingworks mulai menggelar sesi pelatihan langsung di sejumlah kota. Salah satunya berlangsung di SMP-SMA Masa Depan Cerah (MDC) Surabaya Barat pada 6 Juni 2026 dengan menghadirkan program Volleyball Drilling Session.

Kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga kelas utama, yakni Spike Mechanism, Defense Mechanism, dan Japanese Drill. Masing-masing kelas berlangsung selama dua jam dengan total kegiatan dimulai pukul 13.00 hingga 19.00 WIB. Para peserta mendapatkan materi teknis dan praktis yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan bermain secara efektif dan efisien.

Pada kelas Spike Mechanism, peserta mempelajari spike anatomy, explosive vertical jump, whip spike mechanism, attacking drill, serta teknik meningkatkan kekuatan serangan melalui metode whip technique. Sementara pada kelas Defense Mechanism, peserta dibekali pemahaman mengenai mekanisme bertahan, anatomi pertahanan, teknik received angle, powercore technique, side step technique, hingga latihan antisipasi situasional.

Adapun kelas Japanese Drill berfokus pada metode latihan yang diterapkan di Jepang, termasuk pola pikir atlet voli Jepang, teknik dasar, sistem latihan, hingga berbagai drilling session yang digunakan dalam pembinaan pemain di negara tersebut.

Jonsapp yang juga merupakan owner sekaligus coach Jumpingworks Volleyball di Jakarta menjelaskan bahwa konsep drilling session bukan sekadar latihan teknis, melainkan wadah pembinaan bagi generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap olahraga voli. Menurutnya, program tersebut bertujuan membantu menggali potensi atlet muda sekaligus memberikan motivasi untuk terus berkembang.

“Drilling sebenarnya lebih kepada memberikan wadah, sebuah akademi yang bisa menggali potensi anak-anak muda yang benar-benar cinta sama bola voli. Kami ingin memberikan semangat kepada generasi muda atlet voli Indonesia agar terus memperjuangkan dan menjadikan voli sebagai bagian dari hidup mereka,” ujar Jonsapp.

Kecintaannya terhadap voli berawal sejak masa sekolah setelah diperkenalkan oleh guru olahraga. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian aktif mengikuti berbagai turnamen hingga mewakili daerah dalam kompetisi. Keinginannya untuk terus belajar bahkan membawanya ke Jepang, negara yang dikenal memiliki sistem pembinaan voli yang maju dan terstruktur.

“Saya memang suka belajar. Kesempatan belajar di Jepang menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ilmu yang saya dapatkan di sana ingin saya bagikan kepada generasi muda Indonesia. Menurut saya, pemain voli Jepang sangat memperhatikan detail gerakan sehingga lebih efisien dalam menyerang maupun bertahan. Mereka juga sangat memperhatikan aspek intelektual permainan, sementara di Indonesia latihan masih banyak berfokus pada fisik dan repetisi,” jelasnya.

Jonsapp menambahkan bahwa kegiatan di Surabaya merupakan sesi perdana Jumpingworks di Kota Pahlawan. Tingginya antusiasme peserta menjadi alasan utama penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Banyak sekali antusiasme dari teman-teman voli di Surabaya. Kami datang untuk memberikan pengalaman langsung bersama Jumpingworks dan berbagi ilmu yang kami miliki. Ke depan mungkin akan ada sesi-sesi berikutnya di kota lain, jadi tunggu dan ikuti terus perkembangan Jumpingworks,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....