Langkah Strategis Indonesia melalui SEAMMYS 2026 di Bali

  • 06 Mei 2026 20:07 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Indonesia gelar forum SEAMMYS 2026 di Bali
  • Fokus kerja sama pemuda dan olahraga Asia Tenggara
  • Hasilkan Deklarasi Bali dengan enam kesepakatan
  • Olahraga jadi sarana persatuan dan pembangunan kawasan
  • Pemuda didorong jadi penggerak inovasi dan masa depan

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar forum strategis tingkat Asia Tenggara. Pertemuan ini bertajuk SEAMMYS 2026 di Bali pada 3–4 Mei 2026.

Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga inisiator kolaborasi kawasan. Peran ini mencakup fasilitator dialog terbuka dan konstruktif antarnegara.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pentingnya sektor pemuda dan ololahraga. Sektor ini dinilai strategis menghadapi tantangan global dan memperkuat ketahanan jangka panjang.

“Negara Asia Tenggara menghadapi tantangan bersama dalam membangun sistem olahraga kompetitif,” ujar Erick, dikutip dari laman Kemenpora RI, Rabu, 6 Mei 2026. Ia menambahkan pentingnya industri olahraga berkelanjutan dan komunitas pemuda tangguh.

“Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman,” katanya. Dialog kebijakan diharapkan meningkatkan pengembangan kepemudaan dan tata kelola olahraga.

Forum ini dihadiri para menteri dan pejabat tinggi dari negara Asia Tenggara. Delegasi datang dari Brunei, Filipina, Singapura, Timor-Leste, serta negara kawasan lainnya.

SEAMMYS 2026 menghasilkan Deklarasi Bali yang disepakati seluruh peserta. Deklarasi ini memuat enam poin kerja sama strategis kawasan.

Pertama, olahraga dipandang sebagai sarana perdamaian, persatuan, dan pembangunan berkelanjutan. Negara peserta berkomitmen memperkuat solidaritas dan keterlibatan masyarakat.

Kedua, penguatan sistem olahraga prestasi tinggi melalui pembinaan atlet dan ilmu keolahragaan. Ajang regional seperti SEA Games dinilai penting untuk pembinaan menuju kompetisi global.

Ketiga, negara Asia Tenggara mendorong kolaborasi penyelenggaraan ajang olahraga internasional. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kerja sama kawasan.

Keempat, partisipasi olahraga ditegaskan sebagai dasar kesehatan dan inklusi sosial. Nilai toleransi, perdamaian, dan integrasi menjadi fokus utama.

Kelima, pemberdayaan pemuda dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Generasi muda diharapkan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

Keenam, pemuda diakui sebagai penggerak utama inovasi dan ketahanan masa depan. Pemberdayaan dilakukan melalui kebijakan yang mendorong pemikiran kritis dan tanggung jawab digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....