Surabaya Gembleng Atlet sejak Dini Persiapan Porprov Jatim 2027

  • 02 Mei 2026 14:07 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Piala Wali Kota Surabaya 2026 tak sekadar menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mengukur kesiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Melalui turnamen ini, potensi atlet dari berbagai cabang olahraga mulai dipetakan sejak dini.

Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kota Surabaya, Indriatno Heryawan, menyebut gelaran ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan sekaligus penjaringan atlet berbakat yang akan diproyeksikan memperkuat kontingen Surabaya.

"Dari beberapa pertandingan yang sudah berlangsung, terlihat cukup meriah antusiasme. Terutama para atlet mulai dari tingkat junior hingga senior cukup bagus," ujar Indriatno, Sabtu, 2 Mei 2026.

Ia menilai daya tahan dan kesiapan fisik atlet juga terlihat sepanjang pertandingan, meski beberapa cabang olahraga berlangsung dalam durasi yang cukup panjang.

"Contohnya seperti Muaythai berlangsung selama 3 hari. Tetapi sampai pada akhir, penyerahan tropi, piala dan sebagainya, para atlet masih cukup fit sampai akhir acara," katanya.

Indri menegaskan, keberhasilan pelaksanaan ajang ini tidak lepas dari kolaborasi dengan KONI Surabaya yang terlibat dalam perencanaan hingga pengawasan kegiatan.

"Kami tidak bisa bergerak sendiri. Kami berkolaborasi dengan KONI Surabaya, untuk merencanakan dan juga melaksanakan, termasuk monitoring langsung dalam setiap pelaksanaan kegiatan," jelasnya.

Pengawasan pun dilakukan secara intensif guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai rencana.

"Sampai Minggu pun juga kita terus memonitor segala pertandingan yang ada. Alhamdulillah hingga saat ini berjalan lancar sesuai dengan ekspektasi dari kami," katanya.

Menurut Indri, peningkatan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan menjadi indikator keseriusan Surabaya dalam mempersiapkan atlet menuju Porprov 2027.

"Tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, ada sekitar 40 cabang olahraga. Di tahun sebelumnya mungkin ada sekitar 5-6 cabor yang dipertandingkan," ungkapnya.

Dengan target ambisius 250 medali emas, ia menegaskan bahwa persiapan harus dilakukan secara matang dan terukur.

"250 bukan jumlah yang kecil, tapi memang perlu diraih dengan persiapan yang matang," tegasnya.

Optimisme juga disampaikan karena rekam jejak Surabaya yang konsisten meraih prestasi di ajang Porprov.

"Kami tetap optimis karena dalam beberapa kali Porprov, Surabaya terbukti menjadi juara umum," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom, menilai kualitas atlet yang tampil dalam ajang ini sudah sesuai harapan, baik dari sisi jumlah maupun potensi yang dimiliki.

"Kami melihat bahwa atlet-atlet yang bertanding di Piala Wali Kota yang sudah berjalan, ini ekspektasinya sesuai yang kami harapkan, dari segi jumlah maupun bakat," ujar Arderio.

Ia menambahkan, banyaknya kompetisi menjadi faktor penting dalam melahirkan atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga.

"Semua cabor itu memiliki keistimewaan masing-masing," katanya.

Untuk menghadapi Porprov 2027, KONI Surabaya juga telah menyiapkan tahapan seleksi berjenjang melalui berbagai kejuaraan. Atlet yang berhasil meraih medali akan diprioritaskan mengikuti pemusatan latihan.

"Atlet-atlet yang mendapat medali kemarin itu kita menjadikan sebagai prioritas untuk mengikuti Puslatcab," ujarnya.

Selain Piala Wali Kota, seleksi juga dilakukan melalui ajang lain seperti kejuaraan tingkat provinsi dan nasional sebagai bagian dari upaya menyusun kekuatan terbaik kontingen Surabaya.

"Kita juga punya kompetisi selain Piala Wali Kota, ada Kejurprov, Kejurnas dan yang lainnya. Jadi itu salah satunya sebagai sarana," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....