Rivalitas Luruh di Jalur Lari, Jersey Run Persebaya Satukan Suporter

  • 27 Apr 2026 08:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Persebaya kembali membawa pesan perdamaian antar suporter. Setelah beberapa kali pesan itu dibangun lewat media sosial dan gerakan bersama di pertandingan sepak bola, kali ini lewat jalanan yang dijadikan lintasan lari pada Minggu, 26 April 2026, pagi.

Persebaya berkolaborasi dengan komunitas Pangkentrunk menggelar “Jersey Run”. Kegiatan ini merupakan pra-event dari ajang lari yang dibuat Persebaya, yakni Green Force Run (GFR) 2026. GFR sendiri akan dihelat pada 28 Juni 2026 mendatang, dengan start dan finis di Tugu Pahlawan, Surabaya.

Persebaya ingin event lari ini menjadi ajang “kenduri” atau berkumpulnya para suporter yang memiliki hobi lari. Oleh sebab itu, Persebaya menggelar beberapa pra-event yang menghadirkan keterlibatan lintas suporter di Indonesia.

Acara seperti ini sebenarnya sudah dilakukan tahun lalu. Animo masyarakat yang cukup besar saat itu membuat panitia kembali menggelarnya tahun ini. Melalui Jersey Run, Persebaya dan Pangkentrunk mengajak masyarakat berlari mengenakan jersey klub kebanggaannya baik klub dalam negeri maupun mancanegara.

Sejumlah pelari antusias mengikuti acara ini. Tidak hanya saat berlari, tetapi juga saat mengikuti beragam kegiatan lainnya. Mulai dari adu cepat, bermain bola dua lawan dua, hingga adu kekuatan dalam posisi plank.

“Aku baru pertama kali ikut acara seperti ini. Seru, karena biasanya kalau lari pakai jersey lari, ini pakai jersey bola,” ucap Nicholas Pandu, pelari asal komunitas Sunday School Athlete.

Ia mengaku semakin terkesan karena acara ini menghadirkan konsep yang tidak biasa. “Kaget juga ada acara setelah kita lari. Gimmick-nya mantap sih. Adu cepat tapi sambil dribble bola itu seru banget,” katanya.

Selain menjadi ajang olahraga, Jersey Run juga membuka ruang bagi peserta untuk memperluas jaringan pertemanan. Sejumlah komunitas turut ambil bagian, di antaranya HipHop Run It, Pelarian, Gerak-Gerik, Blok M Boys, Peace in Pace, USC Fams, Sunday School Athlete, dan Heart Rate Run.

Perwakilan Pangkentrunk, Ipank, menegaskan bahwa semangat utama kegiatan ini adalah menghapus sekat perbedaan. "Senang rasanya bisa berkolaborasi lagi dengan teman-teman dari Surabaya, teman-teman Green Force Run. Sejak awal memang kami ingin menekankan bahwa di acara ini tidak ada perbedaan. Beda tim bola, beda daerah, semua jadi satu untuk lari bareng di sini," katanya.

Keberagaman terlihat jelas dari jersey yang dikenakan peserta. Mulai dari klub internasional hingga klub lokal, semuanya membaur tanpa sekat. Bahkan, terlihat peserta yang mengenakan jersey Persebaya dan Persib Bandung berada di tengah dominasi jersey Persija Jakarta.

"Meski kita beda tribun, beda warna, tapi kita tetap serumpun. Di lapangan boleh beda tim, tapi di lari semangat kita tetap sama untuk sehat dan menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Ipank.

Selama ini, Persebaya bersama suporternya, Bonek, terus berupaya membangun hubungan baik dengan kelompok suporter lain, termasuk The Jakmania. Jika dahulu rivalitas kerap memicu konflik di luar stadion, kini kedua kelompok justru bisa berbagi tribun, baik di Gelora Bung Tomo maupun Gelora Bung Karno.

Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga melalui event lari tersebut. “Melalui Green Force Run kami berharap silaturahmi antar suporter ini makin terjalin. Tidak hanya saat awayday. Karena itu, bagi suporter yang hobi lari, ayo daftar Green Force Run. Kita lari bareng antar suporter di Surabaya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....