Muaythai Jatim Bidik Juara Umum di PON Bela Diri 2026

  • 08 Apr 2026 14:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur memastikan kesiapan penuh menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026. Ketua Pengprov MI Jatim, Baso Juherman, menyebut para atlet telah menjalani persiapan panjang melalui pemusatan latihan (TC) sejak September 2025.

"Muaythai Jawa Timur sudah sangat siap untuk menghadapi PON Bela Diri. Kami sudah melakukan TC sejak September tahun lalu," ujar Baso Juherman, Rabu, 8 April 2026.

Pihaknya juga telah menerima surat resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Dalam surat tersebut, jadwal PON Bela Diri yang awalnya direncanakan berlangsung Juni 2026 mengalami penyesuaian menjadi awal Oktober 2026.

Baso menilai perubahan jadwal tersebut tidak menjadi hambatan bagi kontingen Jawa Timur. Sebaliknya, waktu tambahan justru bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kesiapan atlet.

"Kalau dibilang menguntungkan juga tidak, karena kami sebenarnya sudah siap. Tapi dengan waktu yang lebih panjang, anak-anak bisa berlatih lebih keras dan persiapan menjadi lebih matang," lanjutnya.

Namun demikian, ia mengungkapkan adanya perubahan nomor pertandingan dibandingkan PON Aceh-Sumatera Utara. Sejumlah nomor seperti Muay Boran putra-putri dan Muay Robic putra-putri dipastikan tidak masuk dalam cabang yang dipertandingkan di PON Bela Diri 2026.

"Kami tetap berkomunikasi dengan PB Muaythai agar nomor-nomor tersebut bisa diusulkan kembali oleh tuan rumah. Harapannya tetap bisa dipertandingkan karena atlet sudah berlatih sejak lama,” tambahnya.

Pengprov MI Jatim tetap optimistis bisa menurunkan atlet di semua nomor yang dipertandingkan serta membidik gelar juara umum pada ajang nasional tersebut.

Atlet juga akan menjalani uji tanding melalui kompetisi internal, lah satunya melalui Liga Muaythai Jawa Timur.

"Liga 1 sudah dilaksanakan, dan Liga 2 akan digelar pada 24–25 April 2026 di Surabaya. Atlet-atlet yang menjalani TC akan ikut untuk uji tanding," jelas Baso.

Ia juga mendorong agar Liga 2 membuka kategori bagi atlet senior yang akan tampil di PON Bela Diri. Hal ini diharapkan mampu menarik keikutsertaan atlet dari provinsi lain sehingga tercipta persaingan yang lebih kompetitif.

"Kami ingin Liga 2 ini juga menjadi ajang uji tanding terbuka, sehingga provinsi lain bisa datang ke Surabaya dan bertanding dengan atlet Jawa Timur," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....