ESI Jatim Perkuat Perlindungan Anak dalam Pembinaan Esports

  • 18 Mar 2026 09:47 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pengurus Provinsi E-Sports Indonesia (ESI) Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan anak di tengah implementasi kebijakan pembatasan akses digital oleh pemerintah. Pendekatan pembinaan atlet muda kini diarahkan agar lebih terstruktur, aman, dan berorientasi jangka panjang.

Ketua Harian ESI Jawa Timur, Daniel Agung, menyampaikan bahwa pihaknya telah merumuskan fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan potensi dan perlindungan anak di ekosistem esports .Untuk mewujudkannya, ESI Jatim merumuskan tiga pilar utama perlindungan anak yang harus berjalan beriringan, sebagai berikut :

  1. Orang Tua: Berperan sebagai pengawas utama aktivitas digital anak.
  2. Akademi atau Klub Pembina: Bertanggung jawab memastikan pola latihan yang sehat dan lingkungan kompetisi yang aman, termasuk pendampingan mental dan edukasi anti-bullying.
  3. Organisasi (ESI): Berperan menetapkan standar pembinaan dan etika kompetisi.

Selain itu, Daniel menyebut bahwa pembinaan atlet di bawah usia 16 tahun akan dilakukan secara bertahap sebagai bentuk adaptasi terhadap regulasi yang berlaku. Pada tahap awal, pembinaan difokuskan pada pengenalan game yang sehat, pengembangan kemampuan motorik, kerja sama tim, serta penguatan literasi digital.

"Untuk masuk ke ekosistem kompetitif yang lebih serius, diperlukan kesiapan emosional dan kedisiplinan. Kami memahami kehati-hatian pemerintah. Pembinaan tetap berjalan, tetapi dengan pendekatan terkontrol dan tidak terlalu cepat memberikan eksposur publik yang besar kepada anak-anak," kata Daniel Agung, Rabu, 18 Maret 2026.

Lebih lanjut, ESI Jawa Timur menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatur sistem elektronik bagi anak. Meski demikian, organisasi ini juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan proses pembinaan dan pencarian bakat atlet esports.

"Pendekatan kami adalah kolaboratif, bukan konfrontatif. Saat ini kami sedang konsolidasi dengan klub, akademi, dan pengurus daerah. Kami juga menyiapkan pedoman pembinaan usia dini yang lebih aman melalui serangkaian roadshow dan event. Tujuannya sederhana supaya anak-anak tetap terlindungi, namun ekosistem pembinaan esports Jatim tetap berkembang dan berkelanjutan," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....