BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Atlet Jatim dari Risiko Cedera

  • 16 Mar 2026 20:39 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur terus memperkuat perlindungan bagi atlet melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Juanda. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Juanda, Teldi Rusnal, menilai atlet merupakan aset bangsa yang telah berulang kali mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang olahraga.

Karena itu, menurutnya para atlet perlu mendapatkan perlindungan sosial yang memadai. “Pada dasarnya atlet itu juga termasuk pekerjaan. Karena itu harus didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan, apalagi risiko kecelakaannya cukup tinggi,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa cedera dapat terjadi pada berbagai cabang olahraga, baik olahraga fisik berat seperti combat sport maupun cabang olahraga lain. Menurut Teldi, perlindungan tersebut dapat diberikan sejak atlet masih usia dini hingga masa produktifnya.

“Jangankan atlet combat, yang bukan seperti renang pun tetap rentan mengalami cedera otot,” katanya.

BPJS Ketenagakerjaan juga menyambut baik usulan agar atlet non-Puslatda dapat memperoleh perlindungan serupa, selama mereka terdaftar secara resmi sebagai atlet dalam klub atau organisasi olahraga. Di sisi lain, Direktur Utama RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, menyampaikan bahwa pihaknya sebagai provider BPJS Ketenagakerjaan turut mendukung perlindungan kesehatan bagi para atlet.

“Selama beberapa tahun bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Juanda, cukup banyak atlet Jawa Timur yang kami tangani,” ujarnya.

Menurut Wenny, tim medis RS Ubaya juga sering memberikan pendampingan langsung pada sejumlah cabang olahraga, khususnya olahraga combat yang memiliki risiko cedera tinggi. Layanan yang diberikan mencakup pencegahan, promosi kesehatan, pengobatan, hingga rehabilitasi cedera.

Ia menambahkan, salah satu cedera yang paling sering dialami atlet adalah cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada lutut, yang membutuhkan biaya pengobatan cukup besar, terutama jika harus menjalani operasi. Melalui kerja sama ini, atlet dapat memperoleh pelayanan medis tanpa harus mengeluarkan biaya besar, termasuk hingga tahap rehabilitasi.

“Ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi atlet sehingga mereka bisa fokus dan all out bertanding tanpa harus memikirkan biaya pengobatan,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....