NOC Indonesia Serukan Perlindungan Atlet tanpa Kompromi
- 28 Feb 2026 20:36 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Komite Olimpiade Indonesia (NOC) melalui Safeguarding Officer, Tabitha Sumendap, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas pemberitaan mengenai dugaan insiden kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional cabang olahraga panjat tebing.
Sebagai bagian dari Gerakan Olimpiade yang menjunjung tinggi nilai respect, excellence, dan friendship, NOC Indonesia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun intimidasi tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apapun. Tindakan tersebut bertentangan secara langsung dengan nilai-nilai Olimpiade serta prinsip dasar perlindungan atlet.
“Kami memandang isu ini sebagai persoalan yang sangat serius. Keselamatan, martabat, dan kesejahteraan atlet harus menjadi prioritas utama dalam setiap ekosistem olahraga,” ujar Tabitha Sumendap, Safeguarding Officer NOC Indonesia, dalam rilis resminya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Melalui Safeguarding Task Force, NOC Indonesia akan terus mengawal dan menghormati proses investigasi yang saat ini sedang berlangsung sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Kami menekankan pentingnya proses yang objektif, serta berpihak pada perlindungan dan pemulihan korban.
Sejak 2024, NOC Indonesia telah mengimplementasikan Program Safeguarding sebagai langkah preventif dan sistematis untuk menciptakan lingkungan olahraga yang aman. Surat resmi juga telah disampaikan kepada seluruh National Federation anggota NOC Indonesia guna memastikan edukasi, sosialisasi, serta penerapan kebijakan safeguarding berjalan secara konsisten dan terukur.
“Safeguarding bukan sekadar program administratif, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab institusional. Setiap atlet Indonesia berhak untuk berlatih, berkembang, dan berprestasi dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari ancaman dalam bentuk apa pun, termasuk harassment, insult and intimidation, sexual abuse, maupun psychological abuse,” ucap Tabitha.
NOC Indonesia melalui Komite Eksekutif Josephine Tampubolon menyampaikan empati yang mendalam kepada korban atas peristiwa yang terjadi. Saat ini, NOC Indonesia tidak berspekulasi secara publik atau membuat hipotesis tentang tuduhan-tuduhan yang terjadi. Ini adalah masalah sensitif, dan kami ingin menghormati hak-hak semua individu yang terlibat.
"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan, membangun budaya saling menghormati, serta memastikan bahwa prestasi olahraga Indonesia selalu berjalan seiring dengan perlindungan hak dan martabat atlet sebagai manusia," kata Josephine.
Sementara itu, Olympian peraih medali emas bulutangkis ganda putri yang juga Komite Eksekutif NOC Indonesia, Greysia Polii, menegaskan bahwa perlindungan atlet harus menjadi fondasi utama dalam sistem pembinaan olahraga nasional.
“Sebagai mantan atlet, saya memahami betul bahwa ruang latihan harus menjadi tempat yang aman dan mendukung, bukan ruang yang menghadirkan rasa takut. Tidak ada prestasi yang layak dibayar dengan hilangnya rasa aman dan martabat seorang atlet. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan hal ini tidak terjadi,” kata Greysia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....