Pabersi Jatim Perkuat SDM dan Pemerataan Pembinaan Daerah
- 27 Feb 2026 15:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jawa Timur terus melakukan pembenahan untuk menjadi cabang olahraga yang mandiri dan kompetitif. Upaya tersebut dilakukan setelah angkat berat berdiri sendiri dan tidak lagi berada di bawah naungan Persatuan Angkat Berat Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI).
Ketua Pabersi Jawa Timur, Abram Nathan, mengungkapkan bahwa selama masa transisi, terdapat sejumlah tantangan dalam sistem pembinaan atlet. Hal ini memicu berujung pada prestasi cabang olahraga.
"Tiga periode persiapan PON angkat berat masih bergabung dengan angkat besi, angkat berat dan binaraga (PABBSI). Satu induk cabor. Angkat berat ini kurang diperhatikan. Angkat besi levelnya bisa sampai Olimpide. Kalau angkat berat hanya sampai di PON atau World Game, bukan multi event. Sehingga belum banyak induk olahraga di daerah," katanya dalam Dialog bersama RRI Surabaya, Jumat, 27 Februari 2026.
Pada ajang Pekan Olahraga Nasional 2024 di Aceh, Pabersi Jawa Timur berhasil meraih satu medali perak dan satu perunggu. Walau belum menyumbangkan emas, capaian tersebut dinilai sebagai kemajuan positif dalam pembinaan atlet.
"Saat PON di Aceh, baru pecah 1 perak 1 perunggu, meski belum memenuhi sisi KONI dengan medali emas, tapi ini progres yang baik merata dari pengkot dan pengkab. Dulu sekelas Surabaya saja gak ada induk cabornya," ujarnya.
Abram menambahkan, Jawa Timur memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia dan jumlah daerah. Namun, pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota masih belum sepenuhnya merata.
"Secara SDM di Jatim dengan 38 pengkab/pengkot seharusnya banyak atlet, tapi penjaringan belum optimal, yang dibawah kememimpinan saya baru aktif 25 pengkab/pengkot. Mau di porprov pun yang menang daerah itu itu aja, tapi sekarang sudah muncul daerah-daerah. Tugas saya pemerataan dulu ke semua daerah," lanjutnya.
Untuk memperkuat fondasi organisasi, Pabersi Jawa Timur juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas internal, khususnya bagi wasit dan pelatih. Standarisasi kompetensi dinilai penting agar sistem pembinaan berjalan selaras di seluruh daerah.
"Penguatan internal SDM mulai dari sisi wasit dan pelatih, karena tanpa andil wasit dan pelatih di daerah masing-masing tidak bisa mencetak atlet yang bagus. Mulai tahun ini banyak penataran wasit dan pelatih yang distandarisasi, jangan sampai acuan di daerah berbeda-beda," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....