​Persialan PON, Muaythai Mulai Puslatda dan Liga Berjenjang

  • 11 Feb 2026 13:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur mulai memanaskan mesin menuju PON Bela Diri 2026 yang akan digelar di Sulawesi Utara. Sejak akhir 2025, pembinaan atlet telah dipercepat melalui pemusatan latihan daerah (puslatda), kompetisi berjenjang, hingga seleksi berbasis prestasi nasional.

Ketua Umum Pengprov MI Jawa Timur, H. Baso Juherman, mengatakan persiapan dilakukan lebih dini agar Jatim mampu tampil maksimal dan mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan utama muaythai nasional.

“Sejak September lalu, setelah Porprov, atlet-atlet sudah langsung kami puslatdakan Latihan tetap berjalan secara mandiri dan terkoordinasi,” kata Baso.

Menurut Baso, nomor pertandingan muaythai di PON Bela Diri 2026 diusulkan tetap sama seperti saat PON Aceh–Sumatera Utara, yakni sebanyak 22 nomor, diantaranya, Muayboran pa/pi, muayrobic pa/pi, putri kelas 43; 45 ; 48 ; 51 ; 54 ; 57 ; dan 60 KG.

Sedangkan putra 43 ; 45 ; 48 ; 51 ; 54 ; 57 ; 60 ; 63 ; 65 ; 67 ; dan 71 KG. Usulan tersebut telah disampaikan Ketua Umum PB Muaythai Indonesia kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.

“Nomor tandingnya kami dorong tetap sama seperti di Aceh dan Sumut. Tidak ada pengurangan. Ini penting agar pembinaan atlet tetap berkesinambungan,” ujarnya.

Dalam proses seleksi, Pengprov MI Jatim mengedepankan prestasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sebagai tolok ukur utama. Atlet peraih medali emas di Kejurnas, termasuk Kejurnas di NTB beberapa bulan lalu, direkomendasikan masuk skuad persiapan PON Bela Diri.

“Kalau emas di Kejurnas, pasti kami usulkan. Dari Porprov juga ada, tapi dasarnya tetap Kejurnas. Pembinaan terus berjalan sampai PON Bela Diri,” tegas Baso.

Untuk menjaga atmosfer kompetitif, Muaythai Jatim juga menggulirkan Liga Muaythai berjenjang yang berlangsung rutin setiap tiga bulan. Liga 1 telah digelar Januari, disusul Liga 2 pada April, dan akan terus berlanjut sepanjang tahun.

“Liga ini untuk mengasah kemampuan atlet. Atlet elit yang minim lawan kami buka kelas open agar bisa bertanding dengan atlet dari provinsi lain. Sistem promosi dan degradasi tetap kami terapkan,” jelasnya.

Baso menyebut, jika atlet Porprov atau atlet baru mampu mengalahkan atlet puslatda, maka promosi otomatis diberlakukan. Sebaliknya, atlet puslatda bisa terdegradasi.

“Ini tantangan sekaligus motivasi. Apalagi pesaing terberat kami seperti Jawa Barat rutin menggelar training camp ke luar negeri,” ungkapnya.

Ia optimistis muaythai tetap menjadi cabang andalan Jawa Timur di PON Bela Diri 2026. Dengan sistem pembinaan berlapis, kompetisi berkelanjutan, serta regenerasi atlet yang berjalan, Jatim menargetkan prestasi optimal di Sulawesi Utara.

"Insyaallah muaythai Jatim siap bersaing dan kembali jadi penyumbang medali utama," ujar Baso.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....