Edukasi Nutrisi Atlet, IADO Teken MoU dengan ISNA

  • 07 Feb 2026 10:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sebagai tindak lanjut pertemuan IADO dan ISNA (Indonesian Sport Nutritionist Association) 12 Januari 2026, kedua belah pihak menandatangani MoU.  Penandatanganan dilakukan Ketua Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) Gatot S. Dewa Broto dan Ketua ISNA Dr. Mirza Hapsari, untuk mengedukasi keamanan nutrisi atlet.

Acara dihadiri jajaran kedua organisasi serta Kerry Galhos dari CND Timor Leste. Ia berada di kantor IADO untuk pertemuan kerja sama antar organisasi anti-doping nasional.

MoU ini penting untuk memperkuat edukasi publik mengenai bahaya doping dan keamanan nutrisi atlet. “Kolaborasi ini melindungi atlet dari risiko doping tersembunyi,” ujar Gatot S Dewa Broto, Ketua IADO, Jumat, 6 Februari 2026.

Nutrisi dimodifikasi doping memakai strategi diet atau suplemen tertentu untuk meningkatkan performa atau pemulihan. Metode ini kadang meniru efek zat terlarang seperti steroid anabolik atau hormon peningkat oksigen.

Istilah nutrisi dimodifikasi juga dapat berarti suplemen terkontaminasi yang menyebabkan hasil tes doping positif. “Atlet harus memahami risiko suplemen tanpa verifikasi keamanan,” kata Mirza Hapsari.

Sebagian besar kasus doping berasal dari suplemen berlabel salah atau mengandung zat terlarang tidak diumumkan. Beberapa penelitian menunjukkan sebagian suplemen olahraga berisiko tinggi mengandung zat doping tersembunyi.

Melalui kerja sama ini, IADO dan ISNA akan rutin memperbarui serta mengoreksi informasi zat terlarang. Keduanya segera meluncurkan buku panduan anti-doping sekitar 80 halaman untuk atlet dan pemangku kepentingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....