Jatim Sumbang 40 Medali Indonesia ASEAN Para Games
- 26 Jan 2026 19:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Provinsi Jawa Timur kembali membuktikan kapasitasnya sebagai lumbung atlet disabilitas di ASEAN Para Games Thailand 2025. Kontingen Indonesia sukses finis di peringkat kedua klasemen akhir.
Kontribusi Jawa Timur terbilang signifikan dalam pencapaian kontingen nasional Indonesia. Total 40 medali berhasil disumbangkan sepanjang kejuaraan berlangsung.
Raihan tersebut terdiri dari 10 medali emas, 20 perak, dan 6 perunggu dari atlet. Tambahan tiga emas dan satu perak disumbangkan pelatih serta ofisial.
Sebanyak 15 atlet asal Jawa Timur tampil membanggakan di berbagai cabang olahraga. Mereka bertanding pada para atletik, renang, panahan, bulu tangkis, tenis meja, dan voli duduk.
Para atlet berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Mojokerto, Malang, Gresik, Batu, hingga Situbondo.
Ken Swagumilang asal Sidoarjo menyumbang dua medali emas cabang para panahan. Medali diraih pada nomor Men's Individual Compound Open dan Men's Doubles Compound Open.
Firza Faturahman Listianto dari Surabaya mempersembahkan dua emas cabang para atletik. Ia juara pada nomor Men's 100 Meter T46 dan Men's 200 Meter T46.
Maulana Rifky Yavianda dari Gresik menyumbang dua emas cabang para renang. Medali diraih pada nomor 50 Meter Butterfly S12 dan 100 Meter Freestyle S12.
Mutiara Cantik Harsanto dari Nganjuk menambah dua emas cabang para renang. Ia menang pada nomor 50 Meter dan 100 Meter Breaststroke SB9.
Medali perak disumbangkan sejumlah atlet Jawa Timur dari berbagai nomor. Di antaranya Nanda Mei Sholihah, Joko Muliyono, dan Ryan Arda Diarta.
Enam medali perunggu turut memperkuat posisi Jawa Timur di klasemen akhir. Medali diraih dari nomor individu maupun beregu.
Peran pelatih dan ofisial Jawa Timur juga memberi kontribusi penting. Mereka menyumbang tiga emas dan satu perak bagi Indonesia.
Wakil Sekretaris NPCI Jawa Timur Roy Agustinus Soselisa menegaskan keberhasilan lahir dari pembinaan berkelanjutan.
"Prestasi ini bukan semata-mata capaian individu, tetapi cerminan kualitas sistem pembinaan jangka panjang yang berbasis keilmuan. Kami membangun ekosistem latihan yang tidak hanya fokus pada kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental dan adaptabilitas dalam tekanan kompetitif. Di balik medali, ada proses dan perjuangan panjang yang perlu diapresiasi secara kolektif," ujar Roy.
NPCI Jawa Timur berkomitmen memperluas pembinaan atlet disabilitas secara berkelanjutan. Capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi paralimpiade tingkat dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....