Surabaya Sukses Integrasikan MLBB sebagai Media Edukasi

  • 25 Jan 2026 12:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kehadiran delegasi pemenang MLBB Goes to School asal Surabaya hadir di Arena M7 World Championship. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan pembuktian peran gim dalam pendidikan karakter.

Ekosistem Mobile Legends: Bang Bang kini mengalami transformasi signifikan. Gim dimanfaatkan sebagai sarana pembentukan karakter siswa SD dan SMP.

Program ini diinisiasi Moonton Games melalui kolaborasi sekolah dan pemerintah daerah. Inisiatif tersebut menepis stigma negatif terhadap gim seluler.

Di Surabaya, gim menjadi jembatan komunikasi baru antara guru dan siswa. Peran tersebut dijalankan melalui program Teacher Ambassador.

Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, menjelaskan tujuan program tersebut. Nilai kehidupan nyata ditanamkan melalui pendekatan yang dekat dengan dunia siswa.

"Fokus kami bukan menjadikan semua anak pemain profesional, melainkan memberikan kebebasan memilih dan menanamkan nilai-nilai luhur. Lewat gim, anak belajar menerima kekalahan, pentingnya kerja sama tim, dan merayakan kemenangan tanpa kesombongan. Ini adalah soft skill vital untuk menghadapi dunia nyata," ujar Erina, Minggu, 25 Januari 2026.

Peran guru dinilai sangat vital dalam penyampaian nilai tersebut. Gim digunakan sebagai bahasa bersama antara pendidik dan siswa.

Melalui program Teacher Ambassador, guru dibekali pemahaman nilai Pray, Respect, Peace Out. Pilar tersebut mengajarkan etika bermain dan pengendalian emosi.

Respons tenaga pendidik di Surabaya terbilang sangat positif. Jumlah guru peserta berkembang dari 50 menjadi 328 orang.

Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, menilai pelarangan gawai tidak realistis. Pendampingan dinilai sebagai solusi paling efektif.

"Kalau hari ini kita tidak bisa lepas dari handphone, maka anak-anak tidak bisa sekadar dilarang, tetapi harus didampingi. Jika tidak ada pendampingan, hasilnya tidak akan baik," tegas Febrina.

MLBB dijadikan pintu masuk guru untuk memantau perilaku siswa. Penggunaan gawai diarahkan agar tetap sehat dan terkontrol.

"Moonton datang menawarkan edukasi sehat, bukan sekadar mengajarkan cara bermain. Kami meminta agar guru kami diberi materi tentang bagaimana mendampingi siswa menggunakan gawai secara bijak. Di dalam gim ada pembelajaran emosi dan kerja sama, itu yang kami ambil," tambah Febrina.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program dinilai mampu menyeimbangkan pendidikan dan hobi siswa.

"Temanya sangat tepat: 'Belajar dulu, baru mabar'. Artinya, di usia yang masih harus belajar, anak-anak tetap memprioritaskan pendidikan, namun diberi ruang untuk beraktivitas tim melalui gim," ungkap Hadi.

Program ini rencananya akan diperluas ke provinsi lain di Pulau Jawa. Tujuannya menciptakan lingkungan bermain yang aman dan edukatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....