Pemerintah Sepakati Hilirisasi 380.000 Ton Beras Turun Mutu Jadi Tepung dan Perpan
- 09 Sep 2026 11:46 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Pemerintah hilirisasi 380.000 ton beras turun mutu jadi tepung dengan lelang Rp 11.000/kg, untuk jaga CBP yang tembus 5 juta ton dan stabilkan harga tepung.
- Harga lelang selisih Rp 1.000 dari beras SPHP Rp 12.500/kg, hasil olahan tepung untuk pasok industri makanan dan UMKM.
- Pemerintah perpanjang bantuan pangan 10kg/bulan (total 30kg Okt-Des 2026) untuk 33,2 juta KPM desil 1-4 dengan anggaran Rp 17 triliun, penyaluran rapel September 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan pemerintah menyepakati hilirisasi 380.000 ton beras yang mengalami penurunan mutu menjadi tepung. Ini dilakukan guna menjaga nilai ekonomi serta menstabilkan harga pangan.
"Itu (stok beras) yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung, itu (stok beras turun mutu) untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun," kata Zulhas di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Kebijakan tersebut telah diputuskan dalam rapat koordinasi pemerintah sebagai bagian dari langkah memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang terus berada pada tingkat tinggi, mencapai 5 juta ton lebih. Zulhas menjelaskan stok beras Perum Bulog yang melimpah menyebabkan sebagian beras mengalami penurunan mutu, sehingga perlu dimanfaatkan kembali melalui program hilirisasi.
Pemerintah memperkirakan sekitar 380.000 ton beras dengan mutu menurun dapat dilelang kepada industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp 11.000 per kilogram agar tetap bernilai ekonomi. Harga lelang tersebut hanya berbeda sekitar Rp 1.000 per kilogram dibandingkan harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat seharga Rp 12.500 per kilogram.
Beras hasil lelang selanjutnya akan diolah menjadi tepung oleh industri, sehingga dapat menambah pasokan bahan baku sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tepung yang terus meningkat di pasar. Pemerintah berharap peningkatan pasokan tepung dari hasil hilirisasi tersebut mampu menekan harga tepung, sehingga kebutuhan industri makanan, usaha kecil, dan masyarakat tetap terpenuhi secara terjangkau.
Di sisi lain, pemerintah memperpanjang program bantuan pangan beras 10 kilogram per bulan (total 30 kilogram untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026) bagi sekitar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). "Anggarannya sekitar Rp 17 triliun (untuk bantuan beras selama tiga bulan) pada kuartal empat 2026," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan, di Jakarta, Selasa 8 September 2026.
Bantuan beras periode Oktober, November, dan Desember 2026 ini akan menyasar keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4. Terkait teknis penyaluran, Airlangga mengungkapkan adanya penyesuaian pada tahap kedua yang dijadwalkan rampung pada September 2026, dengan penyaluran dilakukan sistem rapel sehingga penerima akan menerima 30 kilogram beras sekaligus pada bulan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....