PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi EBT menuju Swasembada Energi
- 26 Agt 2026 20:35 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Presiden Prabowo luncurkan Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk Bali 25 Agustus 2026, tahap awal 14 proyek 5.300 MWp termasuk PLTS Gilimanuk dan PLTS Pulau Rengit Bangka Belitung yang sudah beroperasi
- Program kembangkan 8 skenario PLTS 30,97 GWp skala besar, 10,72 GWp terapung, 9,35 GWp atap dan lainnya, target turunkan emisi 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon Rp6,31 triliun.
- Total investasi capai 71,3 miliar USD atau Rp1.140 triliun, hemat subsidi Rp73,9 triliun per tahun dan buka 5,5 juta lapangan kerja, PLN siapkan 5 klaster PLTS 1.000 MWp plus BESS 3.300 MWh di Bali.
RRI.CO.ID, Jembrana - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) dan melakukan groundbreaking proyek-proyek akselerator energi baru terbarukan (EBT) nasional di Gilimanuk, Bali. Tahap awal mencakup 14 proyek PLTS berkapasitas total 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini mengimplementasikan asta cita swasembada energi dan hilirisasi melalui pemanfaatan EBT. Presiden Prabowo menegaskan pengembangan energi surya menjadi langkah strategis mempercepat kemandirian dan swasembada energi Indonesia.
Presiden menilai pemanfaatan potensi energi terbarukan harus berjalan masif agar kebutuhan energi nasional terpenuhi dari sumber domestik sekaligus memberi dampak ekonomi luas bagi masyarakat.
"Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. (Dengan Program PLTS 100 GW), kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo.
Sebagai tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS, salah satunya PLTS Gilimanuk sebagai lokasi peluncuran nasional. Di Bangka Belitung, PLTS Pulau Rengit juga telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan PLTS 100 GWp menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan mempercepat kedaulatan energi nasional. Pemerintah mengembangkan energi surya dengan memanfaatkan potensi sumber daya di berbagai wilayah melalui beragam skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pengembangan PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.
"Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita," ujar Bahlil.
Bahlil merinci, Program PLTS 100 GWp akan berkembang melalui delapan skenario utama yang mencakup eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, pembangunan PLTS skala besar melalui RUPTL mencapai 30,97 GWp, PLTS terapung 10,72 GWp, PLTS atap 9,35 GWp, PLTS 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) 0,50 GWp, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri 7,49 GWp, serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya 24,13 GWp.
"Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, kita dapat menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar 6,31 triliun rupiah," ucap Bahlil.
Bahlil menambahkan, pengembangan PLTS skala besar juga berdampak signifikan terhadap ekonomi. Program ini berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja yang terdiri dari sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.
Tahap awal program ini akan memberikan dampak ekonomi positif melalui potensi penghematan BBM. Pengembangan proyek-proyek tersebut sekaligus menjadi katalisator ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas konstruksi, manufaktur, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.
"Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71.3 miliar USD, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun rupiah," jelas Bahlil.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan PLN siap mendukung penuh visi pemerintah mewujudkan asta cita swasembada energi dan hilirisasi nasional. PLN berkomitmen mendorong percepatan Program PLTS 100 GWp melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memastikan kesiapan sistem kelistrikan, infrastruktur pendukung, dan pengembangan proyek PLTS berjalan optimal.
"PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung terwujudnya swasembada energi melalui pemanfaatan energi hijau domestik dan ramah lingkungan," ujar Darmawan.
Darmawan mengapresiasi pemerintah, khususnya Presiden Prabowo dan Kementerian ESDM, atas dukungan dan arahan mempercepat pengembangan EBT. Menurutnya, keberhasilan Program PLTS 100 GWp membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri, maupun masyarakat.
Khusus di Bali sebagai lokasi peluncuran nasional, PLN bersama Pemprov Bali akan mengembangkan 5 Klaster PLTS dengan total kapasitas 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3.300 MWh. Langkah ini menjadi fondasi penting membangun ekosistem energi bersih di Bali sebagai destinasi pariwisata utama dan wajah Indonesia di mata dunia.
Darmawan menambahkan, pengembangan PLTS 100 GWp tidak hanya menjadi langkah strategis meningkatkan kapasitas EBT dan mewujudkan kemandirian energi nasional. Program ini juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....