Inovasi Energi Bersih PLN Nusantara Power Jadi Referensi Bangladesh
- 26 Agt 2026 20:34 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Menteri Energi dan Mineral Bangladesh Iqbal Hassan Mahmood kunjungi UP Muara Karang untuk pelajari pengelolaan pembangkit dan inovasi energi bersih PLN Nusantara Power sebagai referensi
- PLN NP pernah kerjakan pemeliharaan dan Major Inspection PLTG 150 MW di Bangladesh 2023-2024 dan kembangkan Green Hydrogen Plant Muara Karang sebagai pionir hidrogen hijau dukung NZE 2060.
- Kunjungan perkuat hubungan Indonesia-Bangladesh dan buka peluang kolaborasi baru di keandalan operasi, efisiensi pembangkit, digitalisasi, dan teknologi rendah karbon.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pengalaman dan kapabilitas PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam mengelola pembangkit dan mengembangkan inovasi energi bersih menarik perhatian Bangladesh. Menteri Energi dan Mineral Bangladesh, Iqbal Hassan Mahmood, MP, beserta delegasi mengunjungi Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Jakarta, untuk melihat langsung kapabilitas tersebut.
Kunjungan ini memperkuat hubungan Indonesia dan Bangladesh di sektor energi. Kedua negara membuka ruang pertukaran pengalaman dan peluang kolaborasi, mulai dari pengelolaan pembangkit, peningkatan keandalan dan efisiensi operasi, hingga pengembangan teknologi rendah karbon.
PLN NP sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Bangladesh. Pada 2023 dan 2024, PLN NP terlibat dalam proyek pemeliharaan dan Major Inspection Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 150 MW di Bangladesh. Rekam jejak tersebut menunjukkan kontribusi keahlian Indonesia dalam mendukung pengelolaan pembangkit di tingkat internasional.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, dalam rilisnya, Rabu, 26 Agustus 2026, menyambut baik kunjungan delegasi Bangladesh ke UP Muara Karang. Ruly menilai pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan yang telah terbangun sekaligus memperkenalkan kapabilitas PLN NP dalam menghadapi transformasi ketenagalistrikan.
“Kami menyambut baik kunjungan Menteri Energi dan Mineral Bangladesh beserta delegasi ke UP Muara Karang. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, mulai dari pengelolaan dan peningkatan keandalan pembangkit, inovasi teknologi, hingga pengembangan energi bersih. Kami berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi Indonesia dan Bangladesh,” ujar Ruly.
Delegasi Bangladesh melihat langsung pengelolaan fasilitas pembangkitan di UP Muara Karang dan berbagai inovasi yang PLN NP kembangkan untuk menjawab kebutuhan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan.
Salah satu inovasi yang PLN NP perkenalkan adalah Green Hydrogen Plant (GHP) Muara Karang. Fasilitas ini menjadi salah satu pionir pengembangan hidrogen hijau di Indonesia. PLN NP mengembangkan fasilitas ini sebagai bagian dari upaya mengeksplorasi pemanfaatan teknologi energi masa depan untuk mendukung transisi energi.
Melalui GHP Muara Karang, PLN NP memproduksi hidrogen hijau menggunakan proses elektrolisis dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan. Pengembangan tersebut menjadi salah satu langkah PLN NP dalam memperluas pemanfaatan solusi energi bersih sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Menteri Energi dan Mineral Bangladesh, Iqbal Hassan Mahmood, MP, mengapresiasi pengalaman PLN NP dalam pengelolaan pembangkit dan pengembangan inovasi di tengah transisi energi. Iqbal menilai pengalaman Indonesia melalui PLN Nusantara Power memberikan pembelajaran bernilai bagi Bangladesh.
“Hubungan Indonesia dan Bangladesh telah terjalin sangat baik, dan sektor energi menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat hubungan tersebut. Pengalaman PLN Nusantara Power dalam bekerja sama di Bangladesh merupakan bukti nyata bahwa kemitraan kedua negara telah menghasilkan kolaborasi konkret. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang, tidak hanya dalam pembangkitan listrik, tetapi juga dalam pengembangan energi bersih dan teknologi masa depan,” terang Iqbal Hassan Mahmood.
Pertemuan di UP Muara Karang memperlihatkan peluang besar bagi Indonesia untuk berbagi pengalaman dan kompetensi pengelolaan ketenagalistrikan di tingkat global. Pengalaman operasional, penguasaan teknologi pembangkitan, hingga pengembangan inovasi hijau menjadi modal PLN NP untuk memperluas kontribusi di luar negeri.
PLN Nusantara Power terus melakukan transformasi bisnis pembangkitan melalui peningkatan keandalan dan efisiensi operasi, digitalisasi, serta pengembangan berbagai solusi energi hijau. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen PLN Group untuk membangun sistem ketenagalistrikan yang andal, efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Melalui penguatan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Bangladesh, PLN NP berharap kolaborasi yang telah terbentuk dapat berkembang ke berbagai bidang baru. Kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi kedua negara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi tantangan transisi energi dan membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....