Cegah Kebakaran Meluas, SGN-Polda Sumsel Kawal Perkebunan Tebu Ogan Ilir
- 25 Agt 2026 12:13 WIB
- Surabaya
RRI. CO. iD, Surabaya - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat pengendalian kebakaran di area perkebunan tebu di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, melalui kolaborasi bersama Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran berlangsung cepat, terkoordinasi, serta menjaga keamanan area perkebunan dan keberlangsungan produksi gula.
Cluster Head Sumatera II PT Sinergi Gula Nusantara, Andhiyan Yuwono mengatakan, PG Cintamanis secara aktif menangani kejadian di lapangan dengan memperkuat koordinasi bersama Polda Sumsel dan pihak terkait.
"SGN terus melakukan langkah aktif dalam pengendalian kebakaran di area perkebunan tebu. Koordinasi bersama Polda Sumsel menjadi bagian penting untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan secara cepat, terarah, dan terpadu," ujar Andhiyan di Kabupaten Ogan Ilir, dalam rilisnya yang diterima pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Sebagai bentuk penguatan di lapangan, SGN membentuk kerja sama antara Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) PT SGN dengan tim Bawah Kendali Operasi (BKO) Polsek Tanjung Batu. Kolaborasi tersebut meliputi pemantauan kondisi area, penanganan titik api, serta upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
"Dengan adanya kerja sama antara Satgas Karhutla PT SGN dan tim BKO Polsek Tanjung Batu, kami dapat memperkuat koordinasi dan respon terhadap kondisi di lapangan. Sinergi ini sangat penting karena penanganan kebakaran membutuhkan kecepatan sekaligus kolaborasi antar pihak," jelasnya.
Selain pengendalian dan pencegahan, SGN juga mendukung proses hukum terhadap dugaan pembakaran lahan. Beberapa pihak yang diduga melakukan pembakaran telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami menyerahkan proses penanganan dugaan pembakaran kepada aparat penegak hukum. SGN mendukung langkah-langkah yang dilakukan kepolisian untuk memastikan kejadian pembakaran lahan dapat ditangani sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Andhiyan.
Andhiyan menambahkan, kebakaran di area perkebunan tebu berdampak tidak hanya pada tanaman dan aset, tetapi juga pada ketersediaan bahan baku pabrik gula.
"Ketika tebu sengaja dibakar, maka potensi tebu yang dapat dipanen menjadi berkurang. Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak pada pabrik gula karena potensi produksi gula dapat turun dari taksasi atau target yang telah ditetapkan," tegasnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Sinergi Gula Nusantara, Yunianta menegaskan, pengendalian dan pencegahan kebakaran merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan operasional perkebunan dan pabrik gula.
"SGN berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani kebakaran di area perkebunan," ujar Yunianta.
Menurut Yunianta, pengendalian kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak di sekitar wilayah perkebunan.
"Pengendalian kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak. Kami mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga area perkebunan agar tetap aman dan produktif. Hal ini sejalan dengan komitmen SGN dalam menjaga keberlanjutan bisnis gula sekaligus mendukung pencapaian swasembada gula nasional," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....